Sabtu, 29 Januari 2011

Extreme !!! Aksi Protes Bakar Diri di Mesir

Duaa orang membaakar diri di Mesir pada Selasa, sehingga tercatat 10 kejadian serupa di negara Arab, termasuk seorang warga Tunisia yang telah memicu tindakan revolusioner tersebut. Pejabat keamanan Mesir mengatakan seorang lelaki pengangguran berusia 25 tahun yang menderita penyakit jiwa menyulutkan diri di utara kota Alexandria pada Selasa, menyebabkan luka bakar tingkat tiga.



Lelaki lain membakar diri di luar kantor pemerintah Mesir di Kairo, menurut laporan pejabat pada Selasa pagi. Ia hanya menderita luka ringan dan dibawa ke rumah sakit. Kedua insiden tersebut sama dengan kejadian di Kairo Senin saat seorang pria menyiram tubuhnya dengan bensin lalu membakar diri di tengah jalan ramai, di depan Balai Rakyat.
Ia sedang dirawat di rumah sakit namun diperkirakan akan keluar dalam satu atau dua hari, kata beberapa pejabat. Polisi Mesir mengatakan pada Selasa mereka juga menahan seorang yang sedang membawa jerigen berisi bensin di dekat gedung parlemen di Kairo karena dikira akan membakar diri.
Protes membara itu bermula di Tunisia pada 17 Desember lalu saat Mohamed Bouazizi, 26 tahun, membakar diri. Kematiannya memulai pergolakan dalam negeri dan menyebabkan pengusiran Presiden Zine El Abidine Ben Ali dari Tunisia setelah 23 tahun berkuasa. Sejak itu, ada sembilan insiden lain, yang diperkirakan sebagai usaha peniruan bunuh diri.
Lima insiden unjuk rasa berapi setelah itu terjadi di Aljazair yang juga menjadi lokasi protes berdarah karena meningkatnya harga dasar ditambah dengan masalah pengangguran. Lelaki pengangguran berusia 36 tahun yang membakar diri di wilayah El Oued, dekat perbatasan Aljazair dan Tunisia, merupakan kasus terakhir yang terjadi di negara utara Afrika, menurut laporan surat kabar Aljazair.
Usaha peniruan lain juga terjadi di Mauritania, saat seorang lelaki membakar diri di luar kantor kepresidenan di ibu kota Nouakchott. Pengusiran orang nomer satu Tunisia, Ben Ali, telah membuat tidak nyaman banyak negara di Timur Tengah karena situasi yang terjadi, bersamaan dengan sejumlah kelompok oposisi yang berusaha mengambil kesempatan akan pergolakan negara itu.
Tetapi Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abul Gheit pada Ahad telah menganggap remeh ketakutan akan perlawanan “gaya Tunisia” itu kepada negara Arab lainnya, dengan menyatakan “tidak masuk akal.

sumber : http://www.menjelma.com/2011/01/extreme-aksi-protes-bakar-diri-di-mesir.html