Senin, 27 Juni 2011

Anak Indonesia Juara Kompetisi Pemrograman Game Di AS




Bocah asal Indonesia, Muhammad Al-Fatih Ridha, tampil sebagai salah satu dari 12 pemenang lomba desain dan pemrograman game nasional se-Amerika, National STEM (Science Technology Engineering Math) Video Game Challenge.
Para pemenang diumumkan Rabu (30/3) lalu oleh Kepala staf kementrian Teknologi Amerika Serikat, Aneesh Chopra, di Washington. Lomba ini diinspirasi oleh Presiden Barack Obama untuk memacu motivasi minat para pelajar mendalami ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika dengan memanfaatkan permainan komputer. Kompetisi nasional yang pertama kali diadakan di AS ini diikuti oleh 500 pelajar dari grade 5-8 (tingkat SD dan SMP). Mereka dibagi menjadi empat kelompok sesuai grade pendidikan masing-masing.
Muhammad Al-Fatih Ridha, satu dari tiga pemenang di kelompok grade 8, merupakan murid homeschooling dari Beaverton, Oregon. Ia meraih angka tertinggi di kelompok ini. Fatih mendesain dan memprogram game berjudul “Zuff’s Adventure”. Game ini didesainnya dengan menggunakan Game Maker software dengan bahasa pemrograman GML (Game Maker Language), yang menceritakan petualangan karakter bernama Zuff.
Fatih, yang lahir di Indonesia dan sudah tinggal di Amerika sejak kecil dengan orang tuanya, Mohamad Ridha dan Ratu Vanda Wardani, dengan ketiga adik-adiknya, senang dengan pemrograman game sejak diperkenalkan dengan pemograman komputer dan desain software beberapa tahun yang lalu oleh ayahnya yang berlatar belakang pendidikan dunia komputer.
Fatih dan adik-adiknya mengikuti program homeschool di rumahnya yang diberikan oleh kedua orang tua mereka berdasarkan kurikulum nasional, juga dengan mengikuti kelas-kelas tambahan lainnya di luar rumah. Sementara kelas pelajaran agama Islam dan Alquran mereka ikuti di masjid. Untuk tahun ajaran depan, Fatih telah diterima di School of Science and Technology di Beaverton, Oregon dan akan memasuki grade 9 (SMA).
Para pemenang lomba ini mendapatkan hadiah laptop, software pendidikan, dan uang 2000 dolar yang diberikan kepada sekolah mereka atau didonasikan ke organisasi nirlaba pilihan mereka. Fatih menyalurkan uang tersebut ke Islamic Society of Greater Portland (ISGP), organisasi Islam di kota tempat dia tinggal. Sumbangan tersebut diperuntukkan membangun Youth Center sebagai sarana pendidikan dan olahraga anak-anak muda Muslim di sana.