Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

Kronologis Pemerkosaan Livia Pavita Soelistio Hingga Tewas di Angkot M24



Livia Pavita Soeslitio, mahasiswi Bina Nusantara (Binus) yang ditemukan tak bernyawa di kawasan Tangerang, Banten, diperkirakan tewas setelah diperkosa. Sebelumnya, sarjana jurusan Sastra Mandarin itu dicekik hingga lemas. Seperti dijelaskan Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar Setija Junianta, pembunuhan itu melibatkan enam sopir angkot tembak M24 jurusan Slipi-Binus-Kebon Jeruk.
http://i.okezone.com/content/2011/08/23/338/495181/CQf3VI6TGx.jpg
Livia Pavita Soelistio, mahasiswi cantik Binus menghilang usai ikut ujian kelulusan
Setelah mengikuti sidang skripsi pada Selasa, 16 Agustus 2011, Livia bergegas pulang. Malang tidak dapat ditolak, wanita berambut lurus itu naik angkot yang berisi enam pelaku yang sejak awal sudah berencana melakukan perampokan. “Dari pengakuan para tersangka, sejak awal pelaku memang sudah mempersiapkan diri untuk merampok, dan mengincar siapa saja wanita yang naik angkot mereka. Di dalam angkot itu berisi enam orang, dua naik di depan dan empat orang di belakang,” ujar Setija Junianta, Jumat, 26 Agustus 2011.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Livia kebetulan naik angkot mereka. Tapi tidak berlangsung lama, pelaku langsung melakukan aksinya. Karena ada perlawanan, empat orang yang ada di bagian belakang langsung menyekap Livia. “Tidak seimbang melawan empat orang. Ada indikasi Livia di cekik, setelah lemas, seluruh barang berhaganya diambil. Ada dua hp, dompet berisi uang tunai, tas dan benda berharga lain,” kata Setija lagi.
Para pelaku kemudian berputar-putar dan membawa Livia ke sebuah istal kuda di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat. Di tempat ini, salah satu pelaku yang masih buron diduga memperkosa Livia hingga tewas. “Dari keterangan pelaku ada dugaan Livia meninggal sesaat setelah diperkosa,” kata Kapolres lagi.
http://informasibusana.files.wordpress.com/2011/08/liviapavita.jpg?w=285
Dalam keadaan tak bernyawa, sekitar pukul 16.30 WIB, mayat Livia kemudian dibuang di kawasan Cisauk, Tangerang, Banten. Baru pada Minggu, 21 Agustus 2011, jenazah Livia ditemukan dalam kondisi yang susah dikenali lagi. Setelah melalui proses penyelidikan, identias Livia diketahui karena orangtua mengenali kalung berliontin Dewi Kwan Im. Polisi kemudian menelusuri dan memeriksa sejumlah saksi yang ada di sekitar tempat kos, kampus, dan tempat mayat Livia ditemukan.
“Ada saksi yang melihat korban naik angkot, petugas dibagai menjadi kelompok, untuk mencari informasi. Dari hp milik Livia akhirnya diketahui siapa pelakunya. Dalam waktu satu pekan, empat pelaku ditangkap. Mereka adalah RH, sopir tembak, yang juga residivis, In, sopir tembak, SR, pedagang, dan AB, pedagang. Mereka diancama dengan Pasal 356, ancaman hukuman di atas lima tahun penjara
Continue Reading »

Rabu, 02 Februari 2011

Penyidik Polri Bidik Bawahan Cirus

JAKARTA - Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri terus mendalami dugaan pemerasan oleh Jaksa Cirus Sinaga terhadap terpidana 7 tahun penjara Gayus Halomoan Tambunan. Pemerasan itu diduga dilakukan Cirus ketika Gayus menghadapi kasus pencucian uang di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, dimana Cirus bertindak selaku Jaksa Peneliti.

Pemerasan ini diduga dilakukan Cirus dengan tawaran keringanan hukuman bagi Gayus.

"Kita nanti melihat keterangan. Kemudian petunjuk-petunjuk siapapun yang terlibat pokoknya akan kita tangani secara profesional," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2011).

Dugaan pemerasan tersebut merupakan kasus lain di luar pemalsuan rencana tuntutan dimana Cirus sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangkaa. Apabila dalam proses penyidikan terdapat fakta hukum perihal keterlibatan bawahan Cirus, Fadil Regan, bukan mustahil Fadil dan siapapun yang terlibat juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya dalam persidangan AKP Sri Sumartini dan Kompol M. Arafat Enanie terungkap telah terjadi pertemuan di Hotel Crystal Jakarta Selatan pada 12 Oktober 2009 lalu. Pertemuan itu dihadiri oleh Sri, Arafat, Cirus, Fadil, Gayus dan Haposan Hutagalung.

Dari penyidikan terungkaap bahwa dalam pertemuan itu Cirus meminta Sri dan Arafat untuk mengubah atau memalsukan rencana tuntutan kepada Gayus. Gayus seharusnya dituntut dengan pasal korupsi, pencucian uang dan penggelapan pajak. Namun, atas dorongan Cirus dalam pertemuan itu, Gayus hanya dijerat pasal pidana umum yakni pasal 372 KUHP.
 sumber : http://news.okezone.com/read/2011/02/02/339/420892/penyidik-polri-bidik-bawahan-cirus
Continue Reading »

KPK Jemput Paksa Bobby Suhardiman

Jakarta: Satu lagi tersangka kasus suap pemilihan deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Gultom , ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (2/1). Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Boby Suhardiman, dijemput paksa setelaah pada pemanggilan Jumat silam tidak hadir dengan alasan sakit. Sebelum ditahan, Boby, diperiksa terlebih dulu di kantor KPK. Seperti rekan-rekannya anggota DPR RI periode 1999-2004 lainnyaa, ia tersangkut kasus suap cek pelawat dan disebut-sebut ikut menerima uang sebesar Rp 500 juta. Dengan masuknya Bobby Suhardiman ke Rutan Cipinang, KPK hingga saat ini telah menahan 22 politisi dari 25 tersangka dalam kasus suap ini.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110202/tpl-kpk-jemput-paksa-bobby-suhardiman-b03a71c.html
Continue Reading »

Polri Siap Tindaklanjuti Laporan Koin Presiden

Jakarta: Pihak Markas Besar Polri siap menindaklanjuti laporan terkait koin presiden. Hal ini disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Jakarta, Rabu (2/2). "Polri selalu siap, siapa pun mau melapor Polri siap," ucap Anton kepada wartawan.
Setelah dilaporkan, menurut Anton, Polri akan segera menindaklanjuti karena masalah itu menghina simbol negara. "Betul, Polri segeraa menyambut itu. Kita berharap masyarakat tidak melakukan seperti itu lagi," imbuh jenderal bintang dua ini.
Ketika ditanyakan sekalipun yang dilaporkan adalah anggota DPR, mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur ini menjawab: "Semuanya, hukum tidak memandang siapa pun. Polri menunggu laporan itu dan siap menindaklanjuti," tegasnya.
Sebelumnyaa, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi III menggalang "Koin untuk Presiden". Pengumpulan koin ini dianggap sebagai sindiran atas pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal gajinyaa yang belum naik selama tujuh tahun masa jabatannya [baca: Nudirman Munir Sumbang Koin untuk Presiden].
Terkait hal itu, juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul geram dan akan melapokan hal ini. Alasan Ruhut, hal tersebut telah masuk dalam tindak pidana. "Pak Presiden kita itu baik malah dihina, itu pidana," ucap Ruhut, belum lama ini.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110202/tpl-polri-siap-tindaklanjuti-laporan-koi-b03a71c.html
Continue Reading »

Selasa, 01 Februari 2011

29 Kasus Narkotik Terungkap Selama Januari

Jakarta -Kepolisian Resor Jakarta Timur mengungkap 29 kasus pengedar narkoba. Kasus itu merupakan hasil perburuan selama Januari 2011. "Total ada 37 tersangka," ujar Kepala Satuan Narkoba, Ajun Komisaris Besar Polisi Sudibyo kepada wartawan hari ini.
Sudibyo menjelaskaan, barang bukti yang disita umumnya adalah ganja dan shabu. Ratusan gram barang haram diperdagangkan oleh pengedar yang berusia 30-50 tahun. Kejahatan yang paling besar yang terungkap adalah 70 gram sabu senilai Rp 70 juta.
Para tersangka akan dijerat dengan Undang-undang Anti Narkotika dengan ancaman sanksi maksimal seumur hidup dan denda Rp 800 juta. Namun, Sudibyo mengaku belum bisa memastikan kapan kasus itu akan disidangkan. "Belum ada yang dinyatakan lengkap."

sumber : http://id.news.yahoo.com/tmpo/20110201/tpl-29-kasus-narkotik-terungkap-selama-j-052d7b3.html
Continue Reading »

Indonesia Siap Adili Bajak Laut Somalia

JAKARTA - Masalah bajak laut saat ini terus menjadi halangan bagi kelangsungan di perairan internasional. Pemerintah Indonesia menilai mampu melakukan pengadilan atas bajak laut, khususnya untuk bajak laut Somalia.

sebelumnya PBB mengusulkan dibentuknya pengadilan khusus bagi bajak laut Somalia di negara-negara yang memanfaatkan samudera hindia. Mengingat Somalia sendiri juga memanfaatkan samudera hindia dan pembajaknya juga beroperasi di perairan luas tersebut.

Atas usulan ini Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membentuk pengadilan khusus untuk bajak laut Somalia tersebut.

"Kita anggap kalau itu memang diperlukan, kita siap.
kita punya hakim dan ahli hukum laut yang berkompeten dan saya pernah dihubungi soal itu (pengadilan khusus bajak laut Somalia)," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Fadel mengaku kementeriannya  akaan memfasilitasi supaya pengadilan tersebut diadakan di Indonesia. Ia juga mengatakan pemerintah punya tim kuat untuk membentuk pengadilan khusus tersebut.

Mantan gubernur Gorontalo itu menambahkan pihaknya akan bekerjasama dengan kementerian hukum dan ham untuk membentuk tim pengadilan khusus ini. Menurutnya tim tersebut sudah disiapkan.

Sebelumnya Malaysia diketahui telah menerima tujuh bajak laut Somalia baru-baru ini.

Sementara pengadilaan untuk bajak laut Somalia umumnya diadili di Oman, mengingat kondisi pemerintah di Somalia saat ini masih mati suri dan hukum pun sepertinya tidak berlaku di negara konflik tersebut.

Oman pun sepertinya sudaah tidak mampu lagi untuk mengadili para pembajak tersebut dan meminta negara lain turut aktif dalam pengadilan terhadaap pembajak laut Somalia.
sumber : http://international.okezone.com/read/2011/02/01/18/420338/indonesia-siap-adili-bajak-laut-somalia
Continue Reading »

KPK Periksa Gayus Rabu dan Jumat

Jakarta: Komiisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Gayus Tambunan untuk diperiksa. Pemeriksaan itu akan dilakukan Rabu dan Jumat.
"Besok pemeriksaan Gayus sama Jumat," ujar Ketua KPK Busyro Muqoddas di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/2).
Menurut Busyro, peminjaman Gayus untuk pemeriksaan sudah dilakukan dengan memintaa izin di pengadilan tinggi. "Sudah kita mintaa ijin PengadilanTinggu. Rabu sama Jumat jam 10 (pagi)," tuturnya.
Selain itu, menurut Busyro, kasus Gayus ini masih dilakukan pendalaman dan prosesnya masih berjalan.
Sebelumnya, KPK telah memerencanakan memanggil Gayus beberapakali dari Jumat (28/1) pekan lalu hingga Selasa (1/2). Pemanggilan tersebut untuk dimintai informasi terkait dokumen wajib pajak terhaadap 151 perusahaan yang diduga ditangani Gayus.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110201/tpl-kpk-periksa-gayus-rabu-dan-jumat-b03a71c.html
Continue Reading »

Senin, 31 Januari 2011

Pasutri Ditangkap Saat Pesta Sabu

  Pekanbaru: Pasangan suami istri bandar narkoba ditangkap di sebuah hotel di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, Riau, Selasa (1/2) saat berpesta sabu. Penangkapan keduanya berawal dari ditangkapnya salah seorang kaki tangan tersangka. Keduanya sempaat terkejut ketika digerebek polisi.
Dari tangann tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa paket sabu-sabu siap edar, timbangan digital, alat hisap, uang tunai, dan sebuah buku catatan transaksi penjualan narkoba. Kini, keduanya dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan.

sumber :  http://id.news.yahoo.com/lptn/20110201/tpl-pasutri-ditangkap-saat-pesta-sabu-b03a71c.html
Continue Reading »

Gadis SMP Digilir Dua Pria di Hotel,,

DENPASAR - EN (16) gadis yang masih duduk di bangku SMP mengaku diperkosa dua pria di sebuah hotel di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Tak terima dinodai, EN diantar orangtuanya, melaporkan dua pelaku masing-masing S (40) dan Lak (38) ke Polresta Denpasar.

Korban menceritakan, Minggu, 30 Januari kemarin, dia hendak berkunjung ke rumah temannya namun di tengah jalan dihadang S yang tinggal di Banjar Kalang Anyar, Jimbaran, dan Lak (38) dan warga Banjar Jero Kuta Melanting, Jimbaran, Kuta Selatan.

Gadis ABG yang tinggal di Jalan Taman Ayodnya Mumbul Nusa Dua, awalnya menolak tawaran kedua pelaku yang hendak mengantarkan ke rumah temannya itu.

“Peristiwanya kemarin sore dan kami masih lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Arief Sugiarto di Denpasar, Senin (31/1/2011).

Namun entah kenapa akhirnya korban menuruti saat pelaku membawanya masuk mobil menuju sebuah Hotel di Jalan Taman Jimbaran, Nusa Dua, sekira pukul 15.00 Wita.

Informasi lain di Polresta Denpasar menyebutkaan sebenarnya korban sempat berontak saat tidak diantar ke arah rumah temannya, melainkan digiring ke hotel tersebut.

”Saat mobil menuju Hotel, EN mencobaa berontak namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena diancam kalau berteriak akan dibunuh,” ujar seorang sumber polisi.

Akhirnya, setiba kamar hotel, kedua pelaku ini pun melakukan aksi bejatnya secara bergiliran menyetubuhi EN.

Puas melampiaskan hasrat biologisnya dua pelaku mengembalikan korban ke rumahnya. Dengan perasaan hancur, EN memberitahukan apa yang dialaminyaa ke orangtua.
 sumber : http://news.okezone.com/read/2011/01/31/340/419927/gadis-smp-digilir-dua-pria-di-hotel
Continue Reading »

Minggu, 30 Januari 2011

Jusuf Kalla Besuk Kader Golkar yang Ditahan

Jakarta: Mantan wakil presiden yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Ahad (30/1) siang, menjenguk para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Mereka membesuk para tahanan KPK asal Partai Golkar--termasuk mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzeta selama dua jam. Tak hanya Jusuf Kalla, dua politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga anggota Komisi Hukum DPR Gayus Lumbuun dan Trimedia Pandjaitan juga menjenguk para anggota DPR yang ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Kunjungan ini untuk memberikan dukungan kader PDIP yang ditahan, termasuk politisi senior Panda Nababan.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110130/tpl-jusuf-kalla-besuk-kader-golkar-yang-b03a71c.html
Continue Reading »

Kamis, 27 Januari 2011

Densus 88 Lepas Satu Terduga Teroris

Detaasemen Khusus 88 Antiteror melepas satu dari delapan terduga teroris yang ditangkap dalam penggerebekan di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara lainnya masih menjalani pemeriksaan.

"Dari delapan itu, satu tidak cukup bukti, sehingga seperti itu (dilepas)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 27 Januari 2011.

Boy tidak menyebut siapa identitas orang yang dilepas itu. Namun informasi yang diperoleh VIVAnews, salah satu tersangka yang dibebaskan itu adalah Sigit Purnomo.

Delapan terduga teroris ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa 25 Januari lalu di Desa Waru Kecamatan Baki Sukoharjo. Mereka adalah: Antok, Agung, Joko Lelono, Nugroho, Argo, Tri Budi, Sigit Purnomo, dan Yudo Anggoro

Mereka diduga pelaku teror bom pada Desember 2010 dan awal Januari 2011 di wilayah Jawa Tengah.

Selain Rocky Apres Giyanto alias Antok yang berusia 28 tahun, rata-rata terduga teroris berusia belasan tahun. Ada yang baru tamat SMA, SMP. Usianya ada yang 18 tahun, 19 tahun.

Selain menangkap para terduga, Densus juga menyita beberapa barang bukti, antara lain bahan rakitan bom seperti black powder, potasium klorat, detonator dan rangkaian kabel-kabel.

Penangkapan sejumlah ABG (anak baru gede) oleh Densus 88 jadi keprihatinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga itu minta pemerintah proaktif memberikan perlindungan anak-anak dari ideologi menyimpang, pemahaman agama yang radikal.

"Tertangkapnya terduga terorisme yang masih berusia belasan tahun tersebut akibat adanya malpraktek pengajaran agama di lingkungannya," kata waakil ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh, Rabu 26  Januari 2011.

sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/201655-densus-88-lepas-satu-terduga-teroris
Continue Reading »

Sabtu, 15 Januari 2011

Gara-gara FB, siswa SMK tega aniaya temen sesama pelajar

Dugaan penganiayaan terhadap sesama pelajar terjadi di Wonokarto, Wonogiri, Rabu malam. Seorang pelajar salah satu SMAN di Wonogiri, Ilham P, 16, menjadi korban kejadian itu. Warga Perum Citra Jaya IV, No 23, Giriwono, Wonogiri harus terbaring di bangsal Mawar, RSUD dr Soediran Mangun Sumarso (SMS), Wonogiri, Kamis (13/1).
Saat Espos menemui di bangsal Mawar, korban ditemani oleh ayahnya, Harganto, sejumlah anggota keluarga dan teman-teman sekolah. Ilham mengaku tidak memiliki musuh dan belum pernah cekcok. “Kejadian Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB di depan rumah kos teman di Wonokarto, Wonogiri,” ujar Ilham.
Korban, malam itu nongkrong bersama lima rekannya, yakni Jati, Sardi, Yoga, Juang dan Tio. Selagi mereka nongkrong, muncul sekelompok remaja sebaya mengendarai lima motor mendekati.
“Jumlahnya sekitar 11 orang. Pelaku pertama kami tidak mengenal langsung menendang kemaluan. Saya mengelak, dan dua orang memukul saya. Dua orang itu bernama Tg dan Ag, siswa SMKN di Wonogiri,” jelas dia.
Ilham menyatakan, pertanyaannya tidak dijawab oleh sekelompok remaja itu.
“Saya bertanya <I>enek opo<I> (ada apa) dan dijawab <I>ora ono opo-opo, pengin kowe ora tentrem wae. Gawe reseh<I> (tidak ada apa-apa, ya ingin membuat kamu tidak tentram saja. Buat gaduh),” jelas Ilham menirukan ucapan sekelompok remaja itu.
Akibat pukulan itu, korban menderita luka memar di mata sebelah kiri. Saat Espos menemui, mata itu tidak bisa dibuka.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Sugiyo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Nanang Avianto, mengatakan dua orang pelaku penganiayaan telah diamankan, yakni Tg dan Ag. Keduanya pelajar salah satu SMKN di Wonogiri. “Penyidik masih memeriksa keduanya dan kami amankan,” ujarnya singkat.

Dikeluarkan

Sementara itu, Tg dan Ag menceritakan, awalnya ingin mencari seseorang bernama Rosyid. Mereka menyatakan, pada akun facebook bernama Rosyid terdapat gambar sebuah perguruan silat.
“Gambar itu diberi tanda silang dan dibawah terdapat tulisan jorok. Tempat prostitusi dan sebagainya. Karenanya, kami mencari nama Rosyid itu,” ujar Teguh.
Dikatakan oleh Teguh, Rosyid tidak ditemukan dan melihat orang bernama Jati. “Kami mendekati dan memukul Jati, tetapi kena pukulan balasan sehingga mata saya juga memar,” ucap Teguh sambil menunjuk mata sebelah kanan.
Akibat perbuatannya itu, dua pelajar kakak beradik itu terancam dikembalikan ke orangtua. Kepala SMKN 2 Wonogiri, H Dikin saat ditemui Espos di kantornya menyatakan tata tertib telah diedarkan kepada calon siswa baru.
“Aturan di sini (SMKN 2), siswa yang telah memiliki poin 100 kesalahan langsung dikembalikan kepada orangtua. Poin itu akan terkumpul secara akumulasi dari beberapa pelanggaran yang dilakukan siswa,” ujar H Dikin.
Lebih lanjut H Dikin menerangkan, ada empat pelanggaran yang langsung memperoleh poin 100, yakni berbuat asusila, perkelahian, minum Miras dan Narkoba serta mencuri. “Aturan sudah disosialisasikan sejak awal. Ketegasan itu kami berlakukan, untuk memperoleh output SMK bermutu. Jadi kedua siswa kami, praktis akan kami kembalikan ke orangtua.”
Diakui oleh H Dikin, dampak psikis akan dirasakan oleh kedua pelajar. “Tetapi bagaimana lagi. Hal itu merupakan risiko.”

Continue Reading »

Rabu, 05 Januari 2011

Rumah Gayus Digeledah

Jakarta: Direktorat I Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri menggeledah rumah Gayus Tambunan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Penggeladahan dilakukan untuk mencari dokumen tambahan terkait bocornya surat rencanaa penuntutan jaksa Cirus Sinaga," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (5/1).
Selain rumah Gayus, kata Boy, polisi juga menggeledah kediamaan Haposan Hutagalung, mantan pengacara Gayus Tambunnan. Di sana polisi menyita sejumlah dokumen.
"Dokumen-dokumen itu kan bisa menjadi suatu bahan referensi. Dokumen atau surat itu adalah alat bukti untuk proses pemeriksaan tersangka (Cirus Sinaga)," imbuh mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. Penggeladahan rumah Haposan dua hari yang lalu.
Sebelumnya, Polri mengirim surat pemanggilan terhadap jaksa Cirus Sinaga untuk diperiksa. Dia diperiksa terkait bocornya surat rencana penuntutan Gayus Tambunan saat disidang di Pengadilan Negeri Tanggerang pada 2009. Polri menggagendakan pemeriksaan tersangka kasus pemalsuan surat ini pada 6 Januari 2011.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110105/tpl-rumah-gayus-digeledah-b03a71c.html
Continue Reading »

Senin, 03 Januari 2011

Gayus: SBY Mimpi Indonesia Bersih Korupsi

Jakarta: Selain menuuding polisi tak serius menangani perkaranya, terdakwa Gayus Halomoan P. Tambunan menyayangkan slogan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya yakin indonesia bisa bersih, namun rupanya Indonesia bersihh hanya impian dari Presiden SBY melalui Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan masyarakat kecil saja," kata terdakwa kasus dugaan korupsii dan rekayasa kasus dalam sidang beragenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/1) [baca: Gayus Tuding Polisi Tak Serius].
Dalam pledoi bertajuk "Indonesia Bersih, Polisi dan Jaksa Risih, Saya Tersisih", Gayus menyebutkan pula adanya peran mantan Direktur II Ekonomi Khusus Badann Reserse Kriminal (Bareskrim) Brigadir Jenderal Edmon Ilyas yang memerintah Komisaris Polisi Arafat Enanie, untuk mengubah status Roberto Antonius yang tadinya tersangka menjadi saksi.
"Arafatt tidak punya kuasa apa-apa atas kasus saya terdahulu, semua di bawah kendali Kabareskrim dan direktur," ujar Gayus. Selain itu, masih menurut Gayus, peran Edmon Ilyas lainnya terkait penyitaan uang di Bank Central Asia (BCA) Bintaro sebesar Rp 395 juta, sementara saldo hanya Rp 25 juta.
Menurut Gayus, hal itu diketahui semua jaksa penyidik dan jaksa peneliti seperti jaksa Cirus Sinaga, Fadil Regan, Poltakk Manulang, Kemal Sofyan, dan Nasran Aziz. Bahkan, cukup jelas dan terang-benderang. "Pemprosesan korupsi di Jampidum (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum) bukan di Jampidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus), penambahan Pasal 372 KUHP dan tertundanya pembacaan tuntutan sampai tiga minggu," kata mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak golongan III A tersebut.

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110103/tpl-gayus-sby-mimpi-indonesia-bersih-kor-b03a71c.html
Continue Reading »

Kompol Iwan Tak Tahu Kepergian Gayus

Jakarta: Mantan Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Komisaris Polisi Iwan Siswanto, mengaku tidak tahu terkait kepergian terdakwa mafia pajak Gayus H.P. Tambunan ke Singapura. Hal ini disampaikan pengacara Komisaris Polisi Iwan, Berlin Pandiangan, saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (3/1/).
"Nggak ada karenaa suddah percaya ya dia (Gayus) nggak pernah cek ke mana si dia pergi," ucap Berlin. Menurut Berlin, sekalipun mantan pegawai golongan III A Direktorat Jenderal Pajak ini sering keluar dari rutan, kliennya tidak selalu mengecek ke mana perginya. "Yang penting jam sekiaan harus sudah balik lagi (ke rutan). Karena sudah percaya dia akan balik lagi jadi ya nggak ditanya."
Sebelumnya, dalam surat pembaca surat yang dimuat salah satu media cetak edisi kemarin, seorang penumpang maskapai penerbangan Air Asia yang hendak ke Singapura, Devina melihat orang yang mirip Gayus di pesawat yang ditumpanginya. Saat itu warga yang bertempat tinggal di Raffles Hills, Depok, ini menggunakan pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 7780 waktu keberangkatan 11.20 WIB dari Jakarta menuju Singapura pada 30 September 2010.
Mabes Polri pun berterima kasih atas info itu dan berjanji akan menindaklanjuti info yang menyatakan Gayus ke Singapuraa itu. "Dia (warga yang melapor--Red.) mengatakan mirip, jadi kebenarannya belum tentu. Sejauh ini belum ada bukti, tetapi penyidik akan menindaklanjuti benar atau tidaknya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta.
Sejauh ini, pihak Air Asia menyatakan tidak ada nama Gayus Tambunan pada daftar penumpang pesawat Air Asia QZ 7780, dari Jakarta menuju Singapura, 30 September 2010 [baca: Air Asia: Tak Ada Nama Gayus].

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20110104/tpl-kompol-iwan-tak-tahu-kepergian-gayus-b03a71c.html
Continue Reading »