Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Kista Ovarium Tidak Menyebabkan Kanker

Ovarium adalah organ reproduksi perempuan untuk menghasil sel telur (ovum). Selama ini kista yang terdapat di ovarium sering dituding sebagai penyebab kanker ovarium. Tapi nyatanya, kista di ovarium bukan pemicu kanker ovarium.
http://images.detik.com/content/2011/08/25/763/perempuan-ts-dlm.jpg
Kalau pun ada kejadian perempuan terkena kanker ovarium setelah sebelumnya menderita kista ovarium itu dianggap hanya kebetulan.

"Data kami menunjukkan bahwa kista yang terdeteksi melalui pemeriksaan USG tampaknya tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ovarium primer atau invasif yang bergantung dengan hormon, seperti halnya kanker payudara dan endometrium," ujar Dr. Usha Menon dari University College London seperti dikutip Reuters, Kamis (25/8/2011).

Peneliti menemukan kista ovarium yang sering disebut kista inklusi ini tidak berisiko tinggi terhadap kanker ovarium, payudara atau endometrium. Hasil penelitian ini dapat menjadi bukti yang menentang kepercayaan lama bahwa kista atau kantung yang berisi cairan atau jaringan lunak itu sebagai pemicu kanker.

Menurut American Cancer Society, sekitar 1 dari 71 wanita mengidap kanker ovarium. Setengah dari kasusnya terjadi setelah usia 60 tahun. Data laporan dari UK Collaborative Trial of Ovarian Cancer Screening menulis lebih dari 200.000 wanita berusia 50 hingga 74 tahun di Inggris mengidap kanker ovarium.

Sekitar setengah dari mereka melakukan ujian screening USG secara berkala. Pada tahun pertama, screening mengidentifikasi 1.234 wanita dengan kista inklusi, dan 22.914 wanita dengan ovarium normal, menurut laporan tersebut.

Setelah rata-rata enam tahun ternyata penderita kanker ovarium yang terbanyak bukan berasal dari penderita kista ovarium. Hanya 4 wanita dengan kista (atau sekitar 5 orang dalam 1.000 orang wanita) yang terkena kanker ovarium sedangkan 32 wanita dengan ovarium normal (sekitar satu dari 1.000 orang wanita) justru lebih banyak mengidap kanker ovarium.

Meskipun hal ini (kista ovarium) menunjukkan peningkatan risiko, uji statistik menunjukkan bahwa hal itu bisa saja terjadi hanya karena kebetulan. Menurut peneliti, risiko untuk jenis kanker tertentu pada wanita yang memiliki kista yang lain juga tidak lebih tinggi.
Continue Reading »

Dokter Bedahnya Ceroboh yang Diangkat Bukan Tumor Tapi Otak

Kecerobohan dalam operasi pengangkatan tumor di kepala berakibat fatal. Seorang pasien kehilangan sebagian otak yang berfungsi sebagai pusat penglihatan serta daya ingat, karena dokter mengiranya sebagai tumor lalu mengeluarkannya.
http://images.detik.com/content/2011/08/25/763/johntunney-coventrytelegraph-dalam.jpg
Parahnya lagi, setelah kondisi pasien membaik barulah diketahui bahwa tumor tersebut sebenarnya tidak perlu dioperasi. Pemberian obat-obat kemoterapi sudah cukup untuk mengontrol kondisi pasien, karena tumornya tidak terlalu ganas dan belum menyebar.

Meski kondisinya sudah membaik, pasien bernama John Tunney tersebut harus menderita cacat permanen di otaknya. Kemampuan melihatnya rusak sebagian, sedangkan ingatannya juga banyak yang terhapus sehingga mengalami amnesia atau hilang ingatan.

Pria 63 tahun asal Coventry, Inggris Tengah ini menjalani operasi otak tersebut pada tahun 2008 di University Hospital. Meski cacat permanen, kondisinya saat ini memang lebih baik dibandingkan usai dioperasi ketika otaknya mengalami perdarahan parah.

"Kerusakan otak John telah menghancurkan hidupnya. Sebelumnya dia orangnya santai dan sangat aktif. Sangat mengecewakan melihat ia berubah karena kesalahan yang tidak semestinya terjadi," ungkap istri John, Pamela seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (25/8/2011).

Bagian otak yang diangkat dalam operasi tersebut sebenarnya tidak terlalu banyak karena baru akan digunakan untuk keperluan biopsi atau pemeriksaan jaringan. Namun bukan jaringan tumor yang terangkat, dokter bedah justru mengambil jaringan sehat dari otak John.

Baru setelah jaringan tumor yang sesungguhnya diambil, dokter menyimpulkan bahwa sebenarnya tumornya tidak perlu diangkat. Tumor yang belum terlalu ganas itu masih bisa dijinakkan dengan obat-obat kemoterapi, sehingga tidak perlu ada operasi pengangkatan.

Melalui pengacaranya, John dan keluarganya berniat mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan. Apalagi pihak rumah sakit telah mengakui terjadinya kesalahan prosedur dan sudah meminta maaf.

Continue Reading »

Satu Obat Antivirus Diklaim Bisa Atasi Berbagai Infeksi

Bayangkan mengambil satu pil tapi dapat menyembuhkan hampir semua infeksi virus. Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat mengklaim telah mengembangkan obat yang sejauh ini dapat membunuh banyak virus yang sudah diuji secara laboratoris.
http://images.detik.com/content/2011/08/25/763/obat-dalam-thinkstock-dalam.jpg
Seperti dilansir dari VOANews, Kamis (25/8/2011), obat yang dikenal dengan singkatan DRACO, mengandung bahan kimia yang dapat bekerja dengan menyerang sel virus yang terinfeksi dan menyebabkan sel virus dapat merusak diri.

Ketika virus menginfeksi sel-sel hewan, virus memasukkan potongan-potongan inti genetik berupa helai asam nukleat kompleks yang disebut RNA yang mengatur fungsi sel dengan beralih gen atau mati. RNA virus merupakan untai tunggal RNA dalam sel hewan untuk membentuk molekul yang unik disebut double-stranded RNA.

"Dengan terbentuknya untai ganda molekul RNA, Draco dapat masuk ke dalam sel yang terinfeksi virus," kata Todd Rider, seorang ilmuwan senior di MIT’s Lincoln Laboratory, dimana DRACO dikembangkan.

Rider mengatakan bahwa ketika DRACO mendeteksi sel dengan double-stranded RNA, maka obat ini akan mengaktifkan sel yang disebut sel 'bunuh diri'. Sel-sel manusia memang diprogram untuk merusak diri sendiri jika sel-sel tersebut mulai tumbuh di luar kendali.

"Jika sebuah sel berubah menjadi sel kanker, sel tersebut akan mencoba untuk membunuh dirinya sendiri," kata Rider. Cara kerja obat DRACO adalah dengan mengaktifkan saklar sel bunuh diri disetiap RNA untai ganda. Jadi, obat ini akan dapat membunuh setiap sel yang terinfeksi virus.

"DRACO telah berhasil diuji dalam piring petri terhadap 15 virus yang menyebabkan segala gejala dari pilek. Sejauh ini DRACO telah dapat menyembuhkan pilek, yaitu empat strain yang berbeda dari rhinovirus," kata Rider.

DRACO juga dapat digunakan untuk menyembuhkan influenza H1N1, yang merupakan dua strain yang berbeda. DRACO juga telah dapat menyembuhkan virus yang menyebabkan sakit perut, virus polio, berbagai adenovirus DNA, demam berdarah dengue dan beberapa jenis arenavirus dan bunyavirus. Infeksi arenavirus dan bunyavirus dapat menyebabkan radang otak.

"DRACO juga akan diujicobakan pada virus HIV," kata Rider. Sebuah obat antivirus spektrum luas yang bekerja melawan HIV dapat sangat berguna karena beberapa orang dapat mengalami resistensi terhadap obat anti-retroviral (ARV).

Anthony Fauci, direktur US Institute of Allergy and Infectious Diseases, setuju bahwa mungkin DRACO berpotensi bekerja melawan virus HIV. Namun Fauci mengatakan, bahwa berbagai obat yang efektif juga telah tersedia untuk mengobati HIV. Sehingga obat ini akan lebih berguna untuk melawan infeksi virus yang belum memiliki obat yang baik.

Fauci mengatakan dalam penelitian sekarang ada kecenderungan mikroba yang memungkinkan dapat menangkap semua obat seperti vaksin flu universal yang akan melindungi terhadap semua strain influenza. Sedangkan DRACO mempunyai potensi dapat menghilangkan semua jenis infeksi virus.

"Semakin banyak mempelajari mengenai dasar-dasar fundamental dari biologi virus, biologi bakteri, dan biologi mikroba lainnya, semakin banyak peluang dapat mengembangkan antivirus dengan spektrum luas," kata Fauci.

Rider memprediksi perlu satu dekade lagi untuk menunggu DRACO siap untuk penggunaan umum. Penelitian yang menjelaskan sifat antivirus obat DRACO telah diterbitkan dalam jurnal PLoS One.
Continue Reading »

Selasa, 23 Agustus 2011

Kisah Perempuan yang Ingin Sembuh dari Kecanduan Seks

Sama halnya dengan kecanduan obat terlarang, kecanduan seks juga susah disembuhkan. Seorang perempuan di Miami, Amerika Serikat berharap pernikahan bisa menyembuhkannya, namun ternyata gagal. Berikut ini sekilas tentang kisah hidupnya.
http://images.detik.com/content/2011/08/23/763/kecanduan-ts-dalam.jpg
Jenifer, bukan nama sebenarnya, telah bertahun-tahun mengalami kecanduan seks. Secara fisik gaya hidup perempuan 36 tahun asal Miami tersebut sebenarnya cukup sehat, bebas dari kecanduan alkohol maupun obat terlarang.

Kecanduan seks yang dialami Jenifer tidak membuatnya ingin bercinta asal-asalan, misalnya dengan orang asing yang ditemuinya di jalan atau di internet. Ia tetap menjalin hubungan personal yang intens, hanya saja ia melakukannya dengan berganti-ganti pasangan.

Jenifer sempat berpikir jika menikah, maka dirinya akan sembuh dan tidak berpikir untuk berhubungan seks dengan pria lain lagi. Akhirnya ia berusaha untuk setia pada satu pasangan, lalu menikah dengan pria beruntung tersebut pada Januari 2000.

Namun harapan Jenifer untuk sembuh tidak terwujud, karena pada 3 bulan kemudian ia kembali berselingkuh dengan pria lain. Meski Jeniffer mengakui suaminya adalah pria yang sangat baik, namun ia merasa tidak terpuaskan dalam berhubungan seks.

Sambil tetap menjalani pernikahannya, Jenifer telah menjalin hubungan terlarang dengan 2 pria lain. Hubungan gelap itu berlangsung dalam jangka yang relatif panjang, masing-masing 2 tahun dengan jeda dari selingkuhan pertama ke selingkuhan kedua hanya 4 bulan.

Jenifer menyadari bahwa perilaku seksual seseorang bisa dipengaruhi oleh kehidupan masa lalunya. Demikian juga dirinya, yang ketika kecil pernah mengalami pelecehan seks di rumahnya yang luas, di salah satu kamar yang jaraknya 6 kamar dari ruangan ayahnya.

Diakui oleh Jenifer, pengalaman traumatis itu turut membentuk fantasi dan cara dia mendapatkan kepuasan seksual. Dengan selingkuhan-selingkuhannya, Jenifer akan sangat terpuaskan jika bercinta di lokasi yang posisinya tidak terlalu jauh dari tempat suaminya berada.

Perempuan yang sangat tersiksa dengan kecanduan seksnya itu sebenarnya sudah pernah menjalani terapi setidaknya 2 kali pada periode tahun 1990-an, yakni sebelum ia menikah. Namun para terapis dianggapnya tidak berusaha memahami masalah dan hanya memberi saran sederhana seolah ia hanya kecanduan alkohol.

"Mereka menyarankan agar saya masturbasi saja dan jangan berhubungan seks dengan para pria. Mereka benar-benar tidak memahami masalahnya, dan sekarang saya tahu bahwa seorang terapis tidak seharusnya berkata demikian," ungkap Jenifer seperti dikutip dari Health, Selasa (23/8/2011).

Penderitaan Jenifer memuncak ketika suaminya memergoki email-email perselingkuhannya, lalu mengumpulkannya jadi satu dan mengirimkannya ke orangtua dan kakek neneknya. Suaminya marah dan berniat menceraikannya, dengan bukti berupa email-email yang telah ia kumpulkan tersebut.

Jenifer berusaha membela diri dan untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata-kata yang menyiratkan sebuah pengakuan yakni, "Saya kecanduan seks." Sebuah kalimat yang selama ini sulit ia ucapkan karena selalu dibayangi oleh pengingkaran atas kondisi yang sebenarnya ia alami.

Sebuah pengakuan yang berat, namun sangat bermakna dalam perjalanan hidup Jenifer berikutnya. Pendek kata ia jadi lebih berani mengakui kondisinya, lalu bergabung dalam sebuah perkumpulan para pecandu seks yang didampingi oleh seorang psikolog.

Dalam perkumpulan tersebut, Jenifer dan rekan-rekan sesama pecandu seks yang sebagian atau hampir seluruhnya adalah pria itu sama-sama menjalani 12 sesi terapi. Sesi yang lebih banyak diisi dengan sharing dan perenungan ini lambat laun dapat mengurangi ketergantungan Jenifer terhadap seks.

Jika semula Jenifer menganggap seks adalah kebutuhan hidup yang lebih penting dari makan dan minum, kini ia mulai bisa menerima bahwa tidak setiap waktu para pria suka diajak bercinta. Ia mulai memahami bahwa ada kalanya para pria juga bisa kelelahan untuk melakukan aktivitas tersebut.

Meski sulit bagi Jenifer untuk selalu berpikir seperti itu, ia tetap berusaha karena bagaimanapun ia ingin sembuh total. Meski harus berdamai dengan kenangan pahit di masa lalu, Jenifer akhirnya rujuk kembali dengan suaminya yang dulu pernah menceraikannya.

Tanda-tanda Kecanduan Seks

Kecanduan seks adalah sebuah penyakit yang sama dengan penyakit candu lainnya seperti kecanduan alkohol atau obat-obatan. Tidak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mengobati seorang pecandu seks.

Menurut Maureen Canning, seorang konsultan klinik dari Meadows Addiction Treatment Center, Arizona, untuk benar-benar menyembuhkan seorang pecandu seks dibutuhkan waktu 2 hingga 5 tahun terapi.

"Terapi kecanduan seks bukan ditujukan untuk menghilangkan hasrat seks seumur hidup, tapi untuk bisa belajar bagaimana melakukan seks dengan benar dan senang," kata Canning.

Kecanduan seks bukan sekedar penyakit akibat tak bisa menahan godaan atau rangsangan seksual saja, tapi juga karena ketidakberdayaan untuk mengontrol perilaku. Bahkan menurut ahli psikologi, kecanduan seks kini dikategorikan sebagai penyakit saraf.

Berikut ini beberapa peringatan awal yang harus diwaspadai sebagai tanda-tanda kecanduan seks, seperti dikutip dari Lifemojo;

1. Menggunakan seks untuk menghilangkan perasaan negatif hingga bisa mendapatkan kesenangan sementara
2. Menyembunyikan perilaku seksual dari pasangan
3. Semua efek sakit dari pekerjaan, hubungan dengan orang lain atau kehidupan sehari-hari akibat obsesi terhadap seks
4. Menyadari bahwa hubungan seks yang dilakukan bisa menjadi masalah jika diketahui oleh publik
5. Ketidakmampuan untuk berhenti dari kehidupan seksual rahasia yang berbahaya secara permanen
6. Melakukan masturbasi secara kompulsif (berulang-ulang) dan melakukan seks yang tidak aman

Ada pula beberapa perilaku khas yang dimiliki oleh seorang pecandu seks seperti:

1. Memiliki keasyikan tersendiri dengan seks sepanjang waktu
2. Menjadikan aktivitasnya sebagai salah satu ritual
3. Meskipun menyadari bahwa tindakannya salah, para pecandu akan mampu mengubah perilakunya tapi tetap melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

sumber :http://www.detikhealth.com/read/2011/08/23/190159/1709616/763/kisah-perempuan-yang-ingin-sembuh-dari-kecanduan-seks
Continue Reading »

Tanda-tanda Orang yang Kelebihan dan Kekurangan Hormon Tiroid

Hormon tiroid berfungsi menstimulasi metabolisme dari sel-sel tubuh. Tapi ada kalanya jumlah hormon ini tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Apa saja tanda-tanda kelebihan dan kekurangan hormon tiroid?
http://images.detik.com/content/2011/08/24/763/tiroid-dalam-ts.jpg
Tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher bagian depan yang berbentuk seperti kupu-kupu dan seringkali mudah untuk diraba. Gangguan yang terjadi pada kelenjar ini bisa akibat ukurannya atau produksi hormonnya yang tidak seimbang.

Produksi hormon yang tidak seimbang ini bisa diakibatkan oleh kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid). Gangguan hormonal ini bisa terjadi seumur hidup, meski pada saat-saat tertentu kadar hormonnya bisa kembali normal tapi tidak ada yang tahu penyebab gangguan hormon tersebut muncul kembali.

Gangguan tiroid lebih banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki (bisa sampai 5-7 kali lipat) dan mewakili sebagian besar penyakit endokrin atau yang berhubungan dengan hormon.

Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki hipotiroid atau hipertiroid biasanya dilakukan tes darah dengan mengetahui jumlah dari hormon T3 (triiodothyronine), T4 (thyroxine) dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

Berikut ini gejala yang muncul jika tubuh kelebihan atau justru kekurangan hormon tiroid, seperti dikutip dari Thyroid.about.com, Rabu (24/8/2011) yaitu:

Hipotiroid (Kekurangan hormon tiroid)

  1. Kelelahan

  2. Tidaktoleransi terhadap udara dingin

  3. Kulit serta rambut yang kering dan kasar

  4. Tingkat kolesterol meningkat

  5. Denyut jantung dan konsentrasi menurun

  6. Rasa sakit atau nyeri yang samar-samar

  7. Kenaikan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

  8. Sembelit

  9. Otot kram

  10. Sering mengalami keguguran

  11. Gangguan menstruasi seperti menjadi lebih sering


Hipertiroid (Kelebihan hormon tiroid)
  1. Memiliki keringat berlebih

  2. Mengalami penurunan berat badan meski nafsu makannya normal

  3. Gemetar

  4. Gelisah, mudah panik dan lekas marah

  5. Tidaktoleransi terhadap udara panas

  6. Mudah lelah

  7. Konsentrasi berkurang

  8. Mata melotot (seperti mau keluar)

  9. Menstruasi yang tidak teratur atau terlalu sedikit

  10. Detak jantung yang tidak beraturan atau lebih cepat

  11. Kelemahan otot yang terjadi di lengan atas dan paha

  12. Insomnia

Continue Reading »

Kondisi Emosi yang Memicu Orang Banyak Makan

Beberapa orang memiliki kebiasaan makan berlebih jika sedang stres atau dikenal dengan kondisi emotional eating. Lalu kondisi emosi apa saja yang bisa memicu seseorang banyak makan?
http://images.detik.com/content/2011/08/24/763/makan4-dalam-ts.jpg
Banyak orang mengalami kelebihan berat badan akibat makan yang tidak terkontrol dan berlebihan, salah satu faktor yang paling sering jadi penyebabnya adalah akibat stres. Hal ini karena dipercaya bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.

Emotional eating terjadi ketika seseorang menggunakan makanan untuk menenangkan emosinya, biasanya terjadi saat mengalami kelelahan di tempat kerja, berseteru dengan pasangan atau stres akibat tekanan keluarga.

Berikut ini adalah beberapa kondisi emosional yang bisa memicu seseorang makan berlebihan, seperti dikutip dari Lifemojo, Rabu (24/8/2011) yaitu:

1. Kebosanan
Kebosanan bisa membuat orang gelisah, salah satu cara untuk mengatasinya adalah melakukan sesuatu dan kebanyakan melalui makan, meskipun sebenarnya ia sudah makan sebelumnya. Hal ini karena saat bosan maka pikiran tidak bisa menyadari apa saja yang sudah dilakukan.

2. Kesepian
Rasa kesepian bisa membuat orang sedih yang cenderung menenggelamkan kesedihannya itu melalui makanan. Terlebih beberapa makanan diketahui memiliki kemampuan untuk membuat orang merasa bahagia sementara.

3. Stres
Stres adalah penyebab paling umum seseorang makan berlebihan. Stres akan mengirim sinyal ke tubuh yang membuatnya menjadi tidak percaya diri, takut serta memiliki suasana hati negatif, dan salah satu sumber kenyamanan utama orang adalah melalui makanan.

4. Kelelahan
Seseorang biasanya akan menggunakan makanan untuk membantunya tetap terjaga, terutama ketika sedang berada di tempat kerja. Selain itu makanan juga berfungsi sebagai penambah energi sementara, tapi tidak menyembuhkan kelelahan jangka panjang.

5. Perasaan ditinggalkan
Ketika merasa ditinggalkan atau dijauhkan oleh orang-orang sekitar, maka makanan adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang menikmati sesuatu dan mematikan perasaan negatif yang ada.

6. Butuh kenyamanan dan cinta
Beberapa orang akan beralih ke makanan saat ia membutuhkan cinta dan kenyamanan.

7. Perasaan sedih dan terluka
Beberapa orang beralih ke makanan ketika ia merasa kesal, sedih atau tersakiti. Untuk menutupi perasaan tersebut, orang akan melakukan makan berlebihan.
Continue Reading »

Ekstrak Jahe Dapat Perangi Kanker Prostat

Jahe mengandung banyak senyawa dan salah satu senyawanya mampu mencegah aktivitas kanker prostat pada penderita kanker prostat. Ekstrak jahe ini punya efek yang signifikan dalam menghentikan pertumbuhan sel kanker serta menginduksi kematian spektrum sel-sel kanker prostat.
http://images.detik.com/content/2011/08/23/763/jahe-ts-dlm.jpg
Profesor Biologi Ritu Anejadi dari Georgia State University telah menemukan bahwa ekstrak jahe mampu mencegah aktivitas kanker prostat yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition.

Meskipun banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui sifat anti-kanker pada jahe, Profesor Aneja memilih untuk mengambil pendekatan yang lebih holistik dalam menyelidiki jenis molekul yang terlibat.

Dia tidak percaya bahwa satu senyawa saja dapat digunakan sebagai ekstrak anti-kanker dan menganggap interaksi komponen yang sinergis memungkinkan para ilmuwan untuk menggunakan jumlah ekstrak yang lebih kecil daripada menggunakan zat kimia tunggal. Evaluasi data menunjukkan bahwa manusia harus mengkonsumsi 3,5 ons sekitar ekstrak jahe dalam makanan harian untuk mencapai efek yang berkhasiat.

"Mungkin kelihatannya lebih mudah meneliti ekstrak tumbuhan, namun kenyataannya tidak begitu karena ada miliaran senyawa dan turunan kompleks lainnya di sana, dan kita tidak tahu mana yang yang baik. Selain itu, senyawa yang kita cari untuk diidentifikasi tidak melimpah, tetapi sangat penting dan tidak dapat diabaikan," kata Prof Aneja seperti dilansir dari medicalnewstoday, Selasa (23/8/2011).

Penelitian ini dipelopori oleh Vibhuti 'Simran' Sharma, ahli kimia lingkungan untuk Southern Company sekaligus salah satu siswa yang dibimbing penelitannya oleh Aneja.

"Saya menelusuri banyak penelitian terdahulu dan menemukan beberapa makalah tentang jahe. Tak banyak yang meneliti mengenai ekstraknya secara keseluruhan, khususnya efeknya tentang pencegahan kanker prostat laten yang tumbuh lambat. Sebagian besar literatur difokuskan hanya pada satu senyawa yang ditemukan pada jahe," kata Sharma.

Dalam eksperimennya, Sharma menemukan bahwa sel-sel yang paling responsif terhadap ekstrak jahe adalah sel kanker prostat, sel kanker payudara dan sel kanker leher rahim. Laboratorium Aneja kemudian melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kanker prostat dan terus dibantu oleh Sharma.
Continue Reading »

Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah, Pria Setelah Cerai

Pernikahan dan perceraian adalah dua sisi yang berbeda, tapi keduanya bisa memicu pertambahan berat badan. Bedanya, perempuan akan bertambah gemuk setelah ia menikah, sedangkan laki-laki setelah ia bercerai.
http://images.detik.com/content/2011/08/23/763/beratbadan1-dalam-ts.jpg
"Perceraian untuk pria dan pernikahan bagi perempuan mendukung pertambahan berat badan yang mungkin cukup berisiko bagi kesehatan," ujar Dmitry Tumin, penulis utama penelitian dan doktor bidang sosiologi di Ohio State University, seperti dilansir medicalnewstoday, Selasa (23/8/2011).

Hasil penelitian Tumin dengan rekannya Zhenchao Qian, profesor sosiologi di Ohio State University telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Asosiasi Sosiologi Amerika di Los Angeles pada 22 Agustus 2011.

"Perempuan yang sudah menikah sering memiliki peran yang lebih besar di sekitar rumah daripada laki-laki, mereka memiliki sedikit waktu untuk berolahraga dan tetap bugar dibanding perempuan sama yang tidak menikah," kata Qian.

Sementara itu di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa pria yang menikah mendapatkan manfaat kesehatan dari pernikahan dan mereka kehilangan manfaatnya begitu bercerai, hal itu dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Probabilitas kenaikan berat badan menjadi lebih jelas untuk pria dan wanita yang menikah atau bercerai setelah usia 30 tahun dan perubahan akan semakin terlihat nyata seiring orang bertambah tua.

"Ketika beranjak tua, Anda memiliki perubahan mendadak dalam hidup. Pernikahan atau perceraian adalah kejutan yang Anda anggap lebih besar daripada ketika Anda masih muda, dan benar-benar dapat mempengaruhi berat badan Anda," ujar Tumin.

Dalam studi ini Tumin dan Qian menggunakan data dari 10.071 orang yang disurvei pada tahun 1986-2008. Partisipan akan diamati berat badannya dalam 2 tahun pernikahan atau perceraian. Survei yang dilakukan meliputi Body Mass Index (BMI) yang mengukur kesehatan umum dari perbandingan berat badan dengan tinggi badan secara relatif.

Faktor lain yang turut mempengaruhi berat badan juga diamati seperti kehamilan, kemiskinan, kondisi sosial ekonomi serta pendidikannya. Dan diketahui perempuan akan mengalami kenaikan berat badan setelah menikah, sedangkan laki-laki terjadi setelah perceraian.
Continue Reading »

Hilangkan Kanker Prostat atau Selamatkan Kehidupan Seks?

Pria penderita kanker prostat biasanya mengalami dilema untuk penyembuhan penyakitnya. Pilihannya menghilangkan kanker prostat dengan bedah yang bisa merusak kemampuan seksual atau mempertahankan agar bisa tetap berhubungan seks tapi nyawa terancam kanker.
http://images.detik.com/content/2011/08/23/763/pria-handuk-merah-ts-dlm.jpg
Kini dengan bedah robotik pria penderita kanker prostat tidak perlu takut lagi melakukan bedah prostat. Bedah robotik (Robotic Prostatectomy) ini mampu menghilangkan kelenjar prostat dan semua kanker di sekitarnya tapi tidak mengganggu fungsi seksual.

"Bagi kebanyakan pria, fungsi seksual sama pentingnya dengan menghilangkan kanker prostat. Tapi kekhawatiran mereka tentang seks setelah operasi sebenarnya berlebihan. Mereka mungkin hanya mengetahui pengobatan lama, yaitu teknik laparoskopi prostatektomi. Namun berkat bedah robotik, ketakutan ini dapat sangat berkurang," kata Dr David Samadi, Wakil Ketua Departemen Urologi dan Kepala Robotika dan Bedah Invasif Minimal di The Mount Sinai Medical Center, seperti dikutip dari medicalnewstoday, Selasa (23/8/2011).

Dulu, kelenjar prostat diangkat melalui operasi perut invasif oleh ahli bedah dengan waktu sangat terbatas untuk membagi bundel saraf kecil yang bertanggung jawab atas fungsi ereksi dan seksual. Seringkali, operasi berdampak negatif terhadap kemampuan pria dalam berhubungan seks.

Tapi saat ini, dengan munculnya teknik bedah robotik, ahli bedah berpengalaman seperti Dr Samadi dapat memiliki pandangan yang sempurna, meningkatkan presisi dan ketangkasan. Risiko kerusakan pada saraf yang penting untuk fungsi seksual secara signifikan bisa berkurang.

"Operasi robotik dikatakan sukses ketika kanker sudah disembuhkan dan memulihkan semua potensi pasien," ujarnya.

Dr Samadi melakukan pembedahan robotik dengan metode SMART (Samadi Modified Advanced Robotic Technique). Menggunakan Sistem Bedah da Vinci, pengobatan umumnya direkomendasikan untuk kanker prostat lokal.

Dr Samadi mampu melakukan gerakan-gerakan yang sangat tepat di lokasi bedah seperti jaringan kanker dihapus bersih dan menghindari saraf kritis. Tindakan ini menyebabkan pemulihan yang lebih cepat dan berprospek baik untuk mengembalikan fungsi seksual dan kontinensia urine.

 
Continue Reading »

Sinar UV Berbahaya Bagi Mata

Tahukah anda bahwa bukan hanya kulit kita yang bisa terbakar oleh sinar ultra violet, namun mata kita juga, jika kita tidak melindunginya dari radiasi sinar yang sangat kuat itu.
Ketajaman sinar ultra violet yang mengenai mata bisa mengakibatkan beberapa masalah pada mata, seperti katarak, petrigium, fotokeratitis, dan perubahan degeneratif pada kornea mata.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan pandangan menjadi buram, iritasi, mata merah, mata berair, kehilangan pandangan sejenak, dan pada kasus tertentu mengalami kebutaan.
Seperti halnya kulit yang bisa terbakar oleh radiasi sinar UV, mata juga bisa mengalami kerusakan. Patut dicamkan, khususnya bagi kawula muda, bahwa mata juga membutuhkan pelindung atau proteksi. Cara sederhana untuk melindungi mata adalah dengan memakai topi yang bisa melindungi mata dari sinar secara langsung, atau dengan memakai kacamata yang bisa meredam kekuatan radiasi sinar UV.
Umumnya, anak-anak dan remaja lebih sering mengalami kerusakan mata akibat radiasi UV ini, karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, sementara lensa mata mereka sesungguhnya lebih transparan dari pada yang dimiliki orang dewasa, dan ini menyebabkan sinar atau cahaya panas lebih mudah untuk masuk menembus ke retina mereka.
Meski demikian, tidak banyak orang yang menyadari bahaya sinar UV ini bagi mata.
Sebuah survei yang dilakukan AOA (Asosiasi Optometrik Amerika) pada 2007 menemukan, 40% penduduk Amerika tidak memikirkan proteksi UV sebagai salah satu faktor yang dijadikan pertimbangan untuk memilih kacamata. Survei tersebut juga menemukan bahwa 61% orang Amerika membeli kacamata untuk anak-anak mereka, namun 23% di antaranya tidak mempertimbangkan apakah lensanya memiliki kemampuan untuk meredam sinar UV.
AOA memiliki beberapa tips untuk memilih kacamata, antara lain:
Selalu pakailah pelindung mata, kapanpun anda berhadapan dengan kemungkinan radiasi UV, sekalipun situasi dalam keadaan mendung.
Jika Anda membeli kacamata, maka belilah kacamata yang memiliki pelindung UV. Dia harus 99% melindungi dari radiasi UV-A dan UV-B, dan kacanya harus 75 sampai 90% mampu menangkap cahaya.
Selain itu, Pastikan lensa kacamata pas dengan warna dan bebas dari distorsi. Belilah lensa yang berwarna abu-abu. Dia bisa mengurangi intensitas cahaya tanpa mempengaruhi perubahan warna obyek. Dia juga lebih menghadirkan warna yang natural.
Upayakan anak-anak dan remaja memakai kacamata. Umumnya mereka banyak menghabiskan waktu di bawah terik sinar matahari.
Continue Reading »

Minggu, 21 Agustus 2011

Perempuan Jangan Remehkan Kanker Paru sebagai Penyakit Pria

Kanker paru mungkin lebih dikenal sebagai penyakit laki-laki, karenanya masih banyak perempuan yang meremehkan penyakit ini. Tapi studi menemukan risiko perempuan terkena kanker paru terbilang tinggi.
http://images.detik.com/content/2011/08/22/763/paru1-dalam-ts.jpg
Peneliti menemukan banyak perempuan yang mempertaruhkan hidupnya karena tidak menyadari bahwa dirinya lebih mungkin meninggal akibat penyakit kanker paru dibanding bentuk penyakit lainnya.

Roy Castle Lung Cancer Foundation menemukan kanker payudara dan kanker serviks merenggut 13.000 nyawa setiap tahun, tapi kanker paru bertanggung jawab terhadap kematian 15.000 perempuan.

Para ahli memperingatkan perempuan untuk waspada jika mengalami batuk yang terus menerus. Hal ini karena masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa kanker paru juga bisa mematikan.

Selain itu survei yang dilakukan terhadap 2.000 perempuan menemukan bahwa sebagian besar perempuan berpikir sekitar 20-40 persen pasien kanker paru masih bisa bertahan hidup selama 5 tahun, padahal kenyataannya hanya sebesar 9 persen saja.

"Fakta yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan tidak menyadari bahwa diagnosis terhadap kanker paru adalah salah satu hal yang serius dan butuh kepedulian yang nyata," ujar Dr Marianne Nicolson, Consultant Medical Oncologist, Aberdeen NHS Grampian, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (22/8/2011).

Dr Nicolson menuturkan kebanyakan perempuan tahu bagaimana cara melakukan pemeriksaan diri terhadap tanda-tanda kanker payudara seperti mengamati adanya benjolan, serta mencari bantuan medis jika menemukan adanya masalah. Tapi hanya sedikit perempuan yang mencari bantuan medis jika timbul gejala dari kanker paru seperti batuk yang konstan.

"Karenanya saya mendesak para perempuan yang merokok untuk mempertimbangkan kemungkinan berhenti serta mewaspadai gejala yang timbul dan berkonsultasi sedini mungkin jika memiliki masalah," ujar Dame Judi Dench dari Women Against Lung Cancer.

Beberapa gejala yang berhubungan dengan kanker paru antara lain gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan batuk darah (Hemoptisis). Dan umumnya kanker ini tidak menunjukkan gejala apapun yang terlihat dari luar jika pertumbuhan selnya belum parah.
Continue Reading »

Sisi Lain Tentang Masturbasi

Pada tahun 1994, Dr Jocelyn Elders kehilangan pekerjaannya di salah satu instansi kesehatan di Amerika karena pernyataannya yang cukup mengejutkan bahwa masturbasi sebaiknya diajarkan pada anak laki-laki.
Wanita ini menganggap bahwa dengan mengajarkan tentang hal ini maka secara tidak langsung mengajarkan bagaimana mengendalikan respon dan menghimpun rangsangan dalam diri ketika nanti anak laki-laki itu melakukan hubungan seksual saat dewasa. Jadi pernyataan Jocelyn cukup memberi masukan bahwa kalau kekasih Anda gemar masturbasi jangan gentar dulu, simak dulu artikel berikut.
Davis Strovny, seorang konsultan seks di Amerika, mengatakan bahwa masturbasi aman untuk pria dan tidak mempengaruhi sama sekali ukuran dan kinerja kekasih Anda. Davis nampaknya sejalan dengan Dr Jocelyn, yang menyatakan bahwa masturbasi dapat melatih pria mengontrol penisnya dan membuat orgasme menjadi lebih lama. Wow!
Jadi mulai kini jangan jadikan suatu ancaman jika kekasih Anda ternyata suka melakukan masturbasi, kalau memang Anda ‘berani’ usulkan beberapa teknik ampuh untuk membuatnya lebih hebat di ranjang. Posisi konvensional pria melakukan masturbasi adalah dengan berbaring di tempat tidur, berikut ini teknik ampuh yang bisa Anda rekomendasikan atau bila Anda ‘cukup liar’ boleh-boleh saja Anda melakukan untuk kekasih Anda.
Jocelyn pun tak lupa memberikan kiat dan ilmunya agar masturbasi sebagai perilaku yang masih membutuhkan rambu-rambu khusus itu berjalan secara sehat dan normal. Dan ingat, kiat Jocelyn pun dimaksudkan untuk membuat kehidupan seks pasangan kembali harmonis.
Teknik yang paling terkenal dan favorit adalah teknik permainan tangan. Ini merupakan teknik yang paling umum dan mudah. Dan yang lebih menarik bisa dilakukan berdua. Letakkan tangan Anda pada posisi yang tepat di penis kekasih Anda dan gerakkan dengan teratur ke atas dan ke bawah. Tapi ini hanya untuk pria yang memiliki ukuran penis besar, kalau kekasih Anda tergolong pria berpenis sedang atau kecil lebih baik coba cara lain.
Selanjutnya adalah teknik lima jari. Ini teknik untuk penis segala ukuran. Dengan empat jari tepat pada penis dan satu jari yaitu ibu jari sebagai pengontrol atau pengendali maka pergerakan dapat Anda atur sesuai keinginan Anda dengan variasi gerakan yang juga bervariasi.
Dan berikutnya teknik tiga jari. Ini salah satu teknik terbaik, untuk lebih mudahnya Anda ibaratkan sedang memegang sebuah pensil. Dimana posisi ujung dengan permukaan semuanya berada dalam tekanan jari Anda. Buatlah dia geli dengan permainan Anda yang seakan-seakan sedang menulis.
Teknik menyamping, pada prinsipnya sama dengan teknik pertama namun posisi penyerangannya saja yang berbeda yaitu dari samping, baik samping kiri ataupun kanan. Kalau Anda mau dari belakang juga oke. Dan pada bagian akhir yang penting untuk disadari adalah masalah pencapaian orgasme. Sepenting apapun orgasme dan senikmat apapun orgasme, kedekatan Anda berdua dan kemesraan Anda berdua lebih menunjang untuk mencapai orgasme yang sesungguhnya.
Continue Reading »

Memahami Siklus Haid

Haid merupakan situasi normal bagi setiap perempuan. Memasuki masa remaja, anak-anak perempuan biasanya mulai mendapat haid. Hal ini membuktikan seorang remaja telah berubah menjadi wanita dewasa.
Dengan datangnya haid, menandakan bahwa fungsi tubuh mereka berjalan dengan normal. Masa-masa ini dikenal dengan masa pubertas. Selama masa ini berlangsung, otak melepaskan hormon yang menstimulasi indung telur (ovarium) untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon kemudian akan mematangkan sel telur sehingga terjadi menstruasi atau kehamilan jika ada pembuahan.
Ovarium melepaskan satu sel telur setiap bulannya (ovulasi) yang biasanya terjadi selama 12 hingga 16 hari sebelum haid berikutnya. Menjelang proses ovulasi, suplai darah ke ovarium meningkat dan ligamen berkontraksi untuk mendorong ovarium lebih dekat dengan tuba falopi, sehingga sel telur pun lebih mudah untuk menemukan jalan ke tuba falopi lalu bergerak menuju ke rahim. Lapisan rahim mulai menebal dan dindingnya melunak. Jika tidak terjadi pembuahan, darah dan jaringan yang membuat dinding rahim menebal tidak terpakai luruh dan keluar melalui liang vagina. Siklus ini normalnya terjadi setiap bulan dan berhenti setelah ovarium tidak lagi melepaskan sel telur, masa ini disebut juga masa menopouse.
Jika Anda ingin mengandung, peluang terjadinya kehamilan cukup besar jika hubungan seksual dilakukan pada sekitar masa ovulasi.
Continue Reading »

Penyakit Manusia Mulai Menulari Terumbu Karang

Berbagai penyakit seperti HIV/AIDS dan flu burung awalnya berasal dari kehidupan liar kemudian menular ke manusia. Namun dalam kasus terbaru, penyakit manusia justru menulari kehidupan liar dan membunuh salah satu spesies terumbu karang.
http://images.detik.com/content/2011/08/22/763/coral-ts-dalam.jpg
Baru-baru ini, para ilmuwan dari University of Georgia mengungkap penyebab kematian spesies terumbu karang Tanduk Rusa (Elkhorn) di perairan Karibia. Penyebabnya adalah bakteri Serratia marcescens yang lebih sering ditemukan di tubuh manusia.

Pada manusia, bakteri ini merupakan pemicu berbagai masalah infeksi seperti di salurahn napas, luka terbuka dan saluran kemih. Bakteri ini menyebar dan menulari manusia lain melalui kotoran dan air kencing dari orang-orang yang sudah terinfeksi.

Salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian itu, James Porter mengatakan bahwa selama ini infeksi bakteri Serratia marcescens hanya terjadi pada manusia. Karena itu sangat mengejutkan jika ternyata bakteri ini juga menjangkiti terumbu karang Tanduk Rusa.

Porter mengatakan, bakteri Serratia marcescens menyebabkan penyakit White Pox pada terumbu karang Tanduk Rusa dan menyebabkan kematian. Infeksi bakteri ini ditandai dengan munculnya bercak keputihan, yang lama-kelamaan membuat jaringan terumbu karang berlubang dan kelihtan rangkanya.

Penyebab infeksi White Pox pada terumbu karang dipastikan berasal dari manusia, karena bakteri Serratia marcescens tidak ditemukan pada spesies makhluk hidup yang lain. Bahkan menurut Porter, siput-siput perusak terumbu karang tidak memiliki bakteri ini.

Diyakini, bakteri ini ditularkan oleh manusia ke terumbu karang melalui kotoran dan air kencing. Di kepulauan sekitarnya, sanitasi dan saluran pembuangan kotoran tidak terkelola dengan baik sehingga mencemari perairan dan akhirnya menulari terumbu karang.

Berdasarkan pemuan itu, Porter menyimpulkan bahwa penyakit pada manusia turut memicu kerusakan terumbu karang yang mencapai 50 persen dalam 15 tahun terakhir. Dikutip dari LiveScience, Senin (22/8/2011), laju kerusakan paling tinggi dialami terumbu karang Tanduk Rusa yakni 90 persen.

Terumbu karang Tanduk Rusa atau Elkhorn merupakan spesies terumbu karang yang ukurannya sangat besar dan bisa tumbuh hingga mencapai 2 meter. Sesuai namanya, bentuknya sangat mudah dikenali karena memiliki banyak cabang dan melebar seperti tanduk rusa.
Continue Reading »

Orang Narsis Seringkali Merasa Iri

Kata narsis sering digunakan sebagai istilah untuk menyebut orang yang 'gila foto' dan membanggakan diri sendiri. Padahal, narsis merupakan penyakit mental yang si penderitanya seringkali merasa iri dan menganggap orang lain iri padanya.
http://images.detik.com/content/2011/08/20/763/narsis3-ts-dlm.jpg
Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR), orang yang memiliki kepribadian narsistik biasanya selalu merasa lebih dari orang lain, butuh kekaguman yang berlebihan, kurangnya empati dan iri hati.

Tidak hanya sering merasa iri pada orang lain, orang dengan kepribadian narsistik juga menganggap bahwa orang lain merasa iri pada dirinya. Pada orang narsistik juga sering muncul sifat sombong, arogan, tanpa emosi dan merendahkan orang lain, seperti dilansir Mayo Clinic, Sabtu (20/8/2011).

Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang menderita gangguan narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.

Namun, di balik topeng kepercayaan diri yang tinggi terdapat sebuah harga diri yang rapuh dan sensitif terhadap setiap kritik kecil. Hal ini terjadi dengan sendirinya dan jika gangguan ini begitu kuat sehingga mengasingkan seseorang dari masyarakat, maka perlu mengambil langkah-langkah penyembuhan, seperti melakukan psikoterapi.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis, diantaranya :

  1. Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.

  2. Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.

  3. Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.

  4. Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu

  5. Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu

  6. Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya

  7. Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama

  8. Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya

  9. Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain

  10. Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah.

Continue Reading »

Masalah Mr P yang Bikin Pria Ketar-ketir

Masalah pria selalu identik dengan kejantanan. Pria bisa menjadi ketar-ketir kalau sudah berhadapan dengan masalah ini. Tiga masalah seputar Mr P ini dianggap menjadi sumber utama depresi pria. Berikut tiga masalah pria itu.
http://images.detik.com/content/2011/08/21/763/pria6-ts-dlm.jpg
Menurut dokter Rob Lamberts seperti dilansir housecalldoctor, Minggu (21/8/2011) tiga masalah seputar penis yang menjadi sumber depresi pria adalah ukuran, bentuk dan fungsi penis.

1. Ukuran Penis
Hampir sebagian besar pria, khawatir terhadap ukuran penisnya dan selalu menganggapnya kurang besar. Remaja pria biasanya yang paling khawatir tentang ukuran penisnya yang dirasa amat kecil. Atas kegalauannya ini, pria tidak berani bercerita ke orangtua atau teman-temannya dan hanya menebak-nebak sendiri yang tidak ada jawabannya. Tidak seperti gadis remaja yang terbuka bicara apa pun, perasaan tidak nyaman dan sikap tertutup pria ini membuatnya depresi.

Ukuran rata-rata penis pria di negara barat saat sedang santai (normal) adalah 7-10 cm dan saat sedang tegang atau ereksi mencapai 12-17 cm. Sedangkan di negara Asia rata-rata saat sedang santai 5-9 cm dan ereksi 9 sampai 12 cm. Penis pria akan tumbuh maksimal saat pubertas hingga akhir usia remaja di umur 18 tahun.

Namun menurut dokter Lamberts dari hasil penelitian menunjukkan wanita yang menjadi mitra hubungan seks pria tidak terlalu peduli dengan ukuran penis tapi kemampuan ereksinya.

2. Bentuk Penis
Pria juga sangat peduli terhadap bentuk kelaminnya. Normalnya, saat ereksi jaringan elastis pada penis mengembang dan memanjang secara simetris yang mengakibatkan ereksi lurus.

Tapi seringkali masalah penis bengkok atau disebut penyakit Peyronie membuat pria merasa rendah diri, minder dan takut tidak bisa menjalani kehidupan seksual secara normal.

Peyronie ditandai oleh plak atau benjolan keras, yang terbentuk pada jaringan ereksi penis. Plak sering terbentuk karena adanya peradangan yang dapat berkembang menjadi jaringan fibrosa.

Meskipun penyebab Peyronie tidak diketahui pasti, beberapa dokter berteori bahwa kelengkungan atau bengkok terjadi akibat adanya trauma pada penis. Adanya gesekan secara tidak langsung yang menyebabkan cedera atau pendarahan ringan.

Sepertiga laki-laki dengan Peyronie merasakan rasa sakit pada saat ereksi, dan beberapa lainnya menjadi impoten. Dalam beberapa kasus, kepala penis tidak terisi darah.

Pasien penis bengkok direkomendasikan minum vitamin E tiga kali per hari. Vitamin E dapat meningkatkan penyembuhan dan mencegah jaringan parut. Selain itu, ada juga Advil atau Aleve untuk efek anti-inflamasi.

3. Fungsi Penis untuk ejakulasi
Meskipun memiliki ukuran dan bentuk penis yang normal banyak pria mengalami masalah dengan fungsi (kemampuan) penis untuk ejakulasi. Dua permasalahan pada fungsi penis ini adalah ejakulasi dini dan ejakulasi terlambat.

Pertama, ejakulasi dini adalah saat klimaks yang terlalu dini (cepat). Pria menjadi cemas dan tidak nyaman karena ejakulasi yang terlalu cepat membuat tidak puas pasangannya. Saat pasangannya belum merasakan apa-apa, pria dengan ejakulasi dini sudah mencapai puncak.

Pria normal biasanya dapat berhubungan seks rata-rata selama dua sampai lima menit sebelum ejakulasi. Namun, pria yang mengalami ejakulasi dini hanya bisa bertahan selama satu menit atau kurang dari itu. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa pria dengan ejakulasi dini biasanya hanya bisa bertahan 15 sampai 60 detik.

Penyebab ejakulasi dini diduga karena masalah-masalah psikologis seperti kecemasan dan rasa bersalah, kebiasaan buruk dari masturbasi, sensitivitas penis lebih besar dan kurangnya pengalaman seksual.

Kedua, ejakulasi terhambat atau lama. Kondisinya kebalikan dari ejakulasi dini yakni saat pasangan sudah orgasme tapi si pria sukar mencapai orgasme hingga akhir hubungan intim (ejakulasi terhambat atau retrograde ejaculation).

Pada pria yang mengalami ejakulasi terhambat biasanya air mani yang keluar sangat sedikit atau tidak ada, yang sering juga disebut orgasme kering. Ejakulasi terhambat tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Penyebabnya bisa karena pengaruh saraf atau otot yang mengendalikan pembukaan di kandung kemih, pemakaian obat-obatan atau setelah menjalani operasi.

Pengobatan dengan obat-obatan dapat mengembalikan ejakulasi normal dan kesuburan. Tetapi pengobatan untuk ejakulasi terhambat umumnya hanya dibutuhkan untuk memulihkan kesuburan.

"Ini adalah isu-isu penting masalah laki-laki yang dianggap memalukan. Jika memiliki masalah seperti itu sebaiknya jangan ditutupi tapi bicaralah pada dokter sehingga tidak memicu depresi," ujar dokter Lamberts.
Continue Reading »

Asma Bisa Dikendalikan

Asma atau peradangan pada seluruh percabangan saluran napas yang ditandai dengan penyempitan saluran napas, saat ini diperkirakan menyerang sekitar lima persen penduduk Indonesia dari segala usia. Asma perlu mendapat perhatian karena penyakit itu dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi.
"Pengetahuan tentang penyakit asma perlu diketahui juga masyarakat umum untuk ikut membantu meminimalisasi faktor pencetus asma bagi penderitanya," kata dr Achmad Hudoyo, Sp P(K) dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara seminar tentang pengendalian asma, di Jakarta, belum lama ini.
Faktor yang meningkatkan terjadinya risiko serangan asma pada seseorang, menurut Achmad Hudoyo, selain faktor genetika, yang banyak terjadi akibat kondisi atau bahan tertentu yang mengakibatkan alergi serta kondisi lingkungan yang buruk.
"Selama ini hanya 30 persen asma yang terjadi karena faktor genetik, sisanya terpapar karena kondisi lingkungan yang buruk. Pengendalian faktor resiko dengan meningkatkan kualitas lingkungan sangatlah penting," ucapnya.
Meski hingga kini belum bisa disembuhkan, lanjut Achmad Hudoyo, asma sudah bisa dikendalikan. "Jadi sebenarnya mengobati asma secara tuntas adalah menghilangkan kedua faktor tersebut. Bila kedua faktor itu hilang, maka dapat dikatakan asmanya sudah `sembuh`," tuturnya.
Pegiat Yayasan Asma Indonesia itu lebih lanjut menjelaskan, untuk menghilangkan bakat asma yang biasanya diturunkan dari orang tua, harus dilakukan rekayasa genetika atau terapi gen sejak janin -- yang pada saat masih menjadi embrio dalam kandungan.
Namun, ia melanjutkan, hingga kini teknologi kedokteran belum mampu melakukan rekayasa genetik untuk menghilangkan bakat asma. "Karena itu yang bisa dilakukan oleh setiap orang adalah menghindari faktor pencetusnya," ucapnya.
Ia menjelaskan, serangan asma ringan berupa batuk berdahak pada malam hari menjelang pagi dan serangan berat berupa sesak napas disertai bunyi dan retraksi atau penarikan otot, bisa muncul bila ada faktor pencetus.
Menurut dia, faktor pencetus asma bisa berasal dari luar tubuh seperti cuaca (dingin, hujan, udara panas), debu, polusi udara, wewangian, makanan, zat kimia dan obat tertentu serta dari dalam tubuh seperti infeksi virus, sinusitis dan stress.
"Untuk tiap individu faktor pencetus asma bisa berbeda-beda, sehingga tidak bisa dibuat patokan secara umum. Misalnya, untuk orang tertentu dingin bisa mencetuskan asma, tetapi pada yang lain faktor pencetusnya bisa berupa udara panas," katanya.
Kondisi yang demikian, lanjutnya, membuat orang yang secara alami punya penyakit asma sangat sulit menghindari faktor pencetus, sehingga kemudian dibuat obat pencegah dan pelega asma. "Sebenarnya obat asma yang pertama adalah menghindari faktor pencetus, kedua menghindari faktor pencetus dan ketiga juga menghindari faktor pencetus, baru yang keempat menggunakan obat-obatan," katanya.
Achmad Hudoyo menjelaskan, obat asma terdiri atas obat pelega yang berfungsi untuk melebarkan saluran napas dengan mengendorkan otot saluran nafas yang sedang tegang atau bronkospasme, sedangkan obat pencegah berfungsi sebagai antiinflamasi (antiradang), untuk mempertahankan saluran napas tetap terbuka dan lega setelah menggunakan obat pelega.
Obat pelega, ia menambahkan, digunakan bila perlu yakni ketika ada gejala serangan asma baik ringan atau berat sedangkan obat pencegah dianjurkan digunakan setiap hari pada waktu pagi dan sore hari semaksimal mungkin, selama enam bulan sampai tidak muncul serangan lagi.
"Ini diperlukan karena faktor pencetus ternyata sangat beragam, dapat muncul setiap hari, dan bisa datang setiap saat," katanya.
Penggunaan obat pencegah dan pelega asma, katanya lebih lanjut, disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit asma yang diderita. Penderita gangguan asma ringan dengan frekuensi serangan jarang atau hanya sekali atau dua kali dalam setahun.
Karena itu, ia menyarankan untuk menggunakan obat pelega sedangkan penderita serangan asma sedang atau berat yang sering mengalami serangan diharuskan menggunakan obat pelega disertai obat pencegah.
Lebih lanjut Achmad Hudoyo menambahkan, bila upaya yang dilakukan untuk menghindari faktor pencetus asma berhasil maka gangguan asma pada penderita bisa dikendalikan. Gangguan asma, dikatakan terkontrol sebagian bila skor Asthma Control Test penderita yang bersangkutan 0-24 dan terkontrol total bila skornya 25.
Kriteria klinis asma yang terkontrol, katanya, terlihat bila penderita bebas gejala asma, aktivitas sehari-harinya tidak terganggu asma, tidak lagi mengalami gangguan ketika tidur, tidak lagi menggunakan obat pelega lagi dan hasil pemeriksaan faal parunya normal.
Achmad Hudoyo menjelaskan, bentuk obat asma yang ada saat ini cukup beragam, mulai dari suntikan, infus, diminum, dihisap atau disemprotkan ke dalam saluran napas. Injeksi atau infus biasanya hanya dilakukan dokter kepada penderita asma yang dirawat di unit gawat darurat rumah sakit, "Untuk penggunaan sehari-hari di rumah dianjurkan obat yang disemprot atau dihisap," katanya.
Obat hisap atau "inhaler", menurut dia, lebih dianjurkan karena obat hisap langsung terarah ke saluran nafas sehingga lebih cepat bekerja, dosisnya juga lebih sedikit yakni 1/10-1/20 dosis obat minum sehingga efek samping obat bisa dikurangi.
"Inhaler juga bekerja setempat, hanya ke saluran nafas, sehingga efek samping bisa ditekan, bahkan tidak ada efek samping sistemiknya," katanya.
Sementara pemakaian obat golongan steroid, menurut dia, harus dilakukan dengan strategi khusus karena meskipun terbukti paling ampuh untuk asma tapi memiliki efek samping.
Dalam hal ini, ia menjelaskan, pemakaian steroid jangka pendek masih dibenarkan tetapi penggunaan jangka panjang memerlukan cara khusus karena bisa berefek osteoporosis, muka seperti bulan (moonface), penekanan sumsum tulang, dan retensi cairan yang membuat tubuh mengandung banyak air.
Pada kesempatan yang sama, dr Nunung Rahayu dari Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia dan Lily Rosyana dari Yayasan Asma Indonesia mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah program untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kemungkinan terkena serangan asma.
Bagi mereka yang sudah terkena serangan asma, lanjut Nunung Rahayu, pihaknya juga menggiatkan kampanye senam asma di sekitar lingkungan RT/RW yang baik tidak saja bagi penderita asma, tetapi juga masyarakat setempat. "Meski namanya senam asma, yang ikut boleh siapa saja yang berminat. Karena efeknya juga ikut membantu memperbaiki sistem pernapasan menjadi lebih baik," kata Nunung.
Selain itu, lanjut Nunung, pihaknya juga berupaya membantu penderita asma dari keluarga kurang mampu untuk mendapat pengobatan yang sesuai, termasuk bantuan pembelian obat antiinflamasi inhaler sebesar lima persen kepada penderita asma. "Memang jumlahnya hanya sedikit. Selebihnya mereka dibantu melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat," kata Nunung seraya menambahkan bahwa bantuan tersebut merupakan voucher yang diberikan pada mereka yang menjadi anggota klub Yayasan Asma Indonesia.
Continue Reading »

Membedakan Nyeri Dada dan Serangan Jantung

Saat mengalami nyeri dada, kebanyakan orang takut itu serangan jantung yang membahayakan. Padahal gejala serangan jantung tidak selalu di dada karena ada beberapa gejala yang menemaninya. Nyeri dada juga bisa karena masalah lain. Bagaimana membedakan nyeri dada karena serangan jantung atau gangguan lain?
http://images.detik.com/content/2011/08/21/763/jantung2-dalam-ts.jpg
Dokter Rob Lamberts seperti dilansir housecalldoctor, Minggu (21/8/2011) mengatakan orang perlu membedakan kapan nyeri dada itu serius karena serangan jantung atau penyakit lain.

Jika nyeri dada mengarah ke serangan jantung maka harus dilakukan tindakan cepat pertolongannya untuk mencegah kerusakan otot jantung yang bisa terjadi dalam beberapa jam yang berujung pada kematian.

Dokter Lamberts mengatakan untuk gejala serangan jantung, kata yang tepat sebenarnya bukan nyeri dada tetapi sensasi di dada. Sensasi ini terasa tidak enak seperti perasaan berat saat bernapas, perasaan dingin di dada atau sesak napas.

Menurutnya hampir sepertiga pasien serangan jantung tidak merasakan nyeri dada. Tapi gejala sebenarnya sudah dirasakan jauh sebelumnya yakni nyeri yang hilang timbul dalam 5 menit atau tidak menetap dan seringnya diabaikan banyak orang. Nyeri dada yang timbul tenggalam itu biasanya berlangsung singkat, tidak sampai 20 menit.

Kapan nyeri dada itu dikategorikan sebagai gejala serangan jantung yang serius?

Gejala yang khas pada serangan jantung (angina) adalah:
1. Dada sesak, berat atau seperti diperas.
Kondisi ini digambarkan banyak penderitanya seperti membawa beban yang berat di dada atau seperti dada diikat ketat. Sensasi ini biasanya terasa di sisi kiri dada atas. Tetapi kadang juga sulit menentukan lokasi yang tepat.

2. Sesak napas
3. Berkeringat, mual dan merasa cemas
4. Rasa sakit di leher, lengan kiri dan rahang, di belakang perut, salah satu bahu atau di kedua bahu.
5. Merasa lemah dan denyut jantung cepat atau tidak teratur.

Kondisi itu bisa muncul walau orang sedang istirahat. Gejala itu juga bisa timbul saat sedang atau sehabis olahraga, stres atau sehabis makan besar yang hanya ada satu jalan segera bawa ke unit darurat rumah sakit terdekat.

Selain nyeri dada serangan jantung, seperti dikutip WebMD, nyeri dada juga pertanda dari masalah atau penyakit lain seperti gangguan pencernaan (maag) atau salah otot.

Nyeri dada yang bukan serangan jantung adalah:

1. Nyeri pada otot atau tulang dada.
Kondisi ini sering terjadi ketika aktivitas seseorang meningkat atau orang menambah jadwal olahraganya.

2. Nyeri dada ketika batuk
Kondisi ini terjadi karena ada infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus.

3. Nyeri di rusuk
Jika terjadi sebelum muncul ruam-ruam merah bisa jadi itu pertanda penyakit herpes zoster.

4. Tulang rusuk patah
Adanya tulang rusuk yang patah membuat orang merasakan nyeri dada terutama ketika batuk atau mengambil napas dalam-dalam.

5. Gangguan pencernaan Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit di bawah tulang dada, rasa mulas.

6. Masalah paru-paru pneumothorax
Kondisi ini menyebabkan nyeri dada yang amat dalam dan sesak napas yang ekstrem.

7. Bekuan darah di paru-paru (emboli)
Kondisi ini menyebabkan nyeri dada yang amat dalam dan sesak napas yang ekstrem.

8. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru juga menyebabkan nyeri dada terutama jika sel-sel kanker telah menyebar ke tulang rusuk.

9. Penyakit tulang belakang
Penyakit ini juga menimbulkan rasa nyeri di dada jika saraf di tulang belakang terjepit.
Continue Reading »

Jumat, 19 Agustus 2011

Teh baik untuk Kesehatan Hati

Teh memang terkenal sebagai minuman berkhasiat. Sejak jaman dulu, orang selalu minum teh untuk menjaga kesehatannya. Selain menghilangkan dahaga teh masih menyimpan banyak rahasia. Baru-baru ini ditemukan lagi salah satu khasiat teh. Yaitu teh ternyata baik untuk kesehatan hati.
Temuan hasil penelitian yang disponsori oleh industri teh dunia ini menyimpulkan, segelas teh sangat baik untuk hati. Walaupun hasil temuan ini belum bisa mengangkat "derajat" teh sebagai makanan atau minuman kesehatan, namun penelitian yang dilakukan di Universitas Boston menemukan bahwa teh dapat membuat kerja arteri menjadi lebih baik pada orang yang mengidap penyakit hati.
Hasil penelitian tentang teh sebelumnya juga menyimpulkan bahwa orang yang biasa minum teh mempunyai resiko lebih rendah untuk terserang penyakit hati ketimbang yang jarang minum teh.
Dalam penelitian yang terbaru yang dibiayai oleh "The North America Tea Trade Health Research Association" (NATHRA) ini, meneliti beberapa orang yang minum teh secara teratur, lalu mengukur efek yang ditimbulkan pada tubuh secara cermat. Dan hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan rutin Assosiasi Hati Amerika (AHA) di New Orleans.
Penelitian ini dilakukan pada 50 orang pria dan wanita yang punya penyakti hati. Semua relawan diminta untuk minum teh sebanyak 4 sampai 8 cangkir teh setiap hari selama sebulan. Selanjutnya mereka diminta minum air putih setiap hari untuk satu bulan berikutnya.
Para peneliti menemukan aliran darah dan tekanan darah para relawan menjadi normal disaat mereka minum teh selama satu bulan. Namun, ketika mereka minum air putih selama satu bulan, tidak ada perubahan yang berarti terhadap tekanan dan aliran darah mereka.
Hasil penelitian ini sungguh menggembirakan buat kita-kita yang 'doyan' minum teh, khususnya buat yang punya penyakit hati. tapi sayangnya, para peneliti itu sendiri yang 'dikomandani' oleh Dr. Joseph A. Vita, tidak mau gegabah untuk menyarankan minum teh sebagai upaya penyembuhan penyakit hati.
"Saya minum teh karena saya yakin teh memang baik untuk kesehatan,"kata Vita. " Tapi saya dan rekan-rekan masih belum siap untuk merekomendasikan minum teh untuk perawatan hati."lanjut Vita.
Sumber: Asosiasi Teh Indonesia
Continue Reading »

Orang Autis Sulit Melakukan Multitasking

Bagi beberapa orang melakukan multitasking bukanlah pekerjaan yang sulit, tapi tidak untuk orang autisme. Studi menemukan pekerjaan multitasking akan menjadi tantangan yang cukup sulit bagi orang autisme.
http://images.detik.com/content/2011/08/19/763/anak-multi-dalam-ts.jpg
Studi yang dilakukan oleh peneliti India mengungkapkan orang dengan autisme akan merasa sulit melakukan multitasking karena mereka cenderung kaku untuk melakukan tugas-tugas yang berurutan.

Dalam studi ini peneliti memberikan serangkaian tugas pada siswa, seperti mengumpulkan dan mengantarkan buku serta membuat secangkir coklat panas yang semuanya harus dilakukan dalam waktu 8 menit.

Kegiatan ini dilakukan dalam lingkungan virtual yang dihasilkan oleh komputer. Peneliti menemukan para siswa tidak menyimpang dari urutan tugas yang ada didaftar, tapi mereka melanggar beberapa aturan tugas.

Studi ini dipimpin oleh Dr Gnanathusharan Rajendran, selaku dosen di Psychology at Strathclyde, serta melibatkan peneliti dari University of Edinburgh dan Liverpool John Moores University.

"Murid dengan autisme bisa menyelesaikan dengan baik jika diberikan satu tugas, tapi kesulitan akan muncul ketika ia diminta melakukan beberapa tugas dalam waktu yang sama," ujar Dr Rajendran, seperti dikutip dari Medindia, Jumat (19/8/2011).

Dr Rajendran menuturkan studi ini merupakan yang pertama kalinya menggunakan sebuah lingkungan virtual, sehingga bisa lebih dekat dalam memeriksa dan melihat kemungkinan dibalik masalah tersebut.

"Penelitian kami menunjukkan masalah yang nyata pada orang muda dengan autisme yang melakukan multitasking, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mencari solusi yang memungkinkan," ungkapnya.
Continue Reading »