Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Inilah Situs Pertama di Dunia

Sabtu (6/8) ini menandai 20 tahun ulang tahun situs web pertama yang pernah diciptakan, yakni pada 6 Agustus 1991. Situs ini merupakan karya tim dari CERN.

Tim teknisi CERN yang dipimpin Sir Tim Berners-Lee bekerja menyediakan contoh potensial pertama World Wide Web (www). Meski tak ada salinan asli situs ini, versi terbaru situs ini bisa diakses disini dan untuk laman web pertamanya disini.

Saat itu, Berners-Lee muncul dengan dua ide mendasar, HTML (hypertext markup language) dan HTTP (hypertext transfer protocol). Setelahnya seperti ditulis CERN, ia membuat web-nya sendiri menggunakan komputer NeXT sebagai server.

Selain itu, ia juga mengkodekan browser pertama yang berfungsi ganda sebagai editor HTML pertama. Lebih penting lagi, ia dan rekan Robert Cailliau muncul dengan nama WWW. Selanjutnya, seperti kata sejarah, browser universal yang bisa beroperasi di segala komputer diluncurkan.

Kemudian, pada Februari 1993, versi asli Mosaic, browser web asli pertama, dirilis National Center for Supercomputing Applications (NSCA). Browser ini dikembangkan Marc Andreessen yang kemudian mengembangkan Nerscape dan menjadi templat kebanyakan browser yang dirilis dua dekade ini.



sumber
Continue Reading »

3 Penjahat Legendaris dari Indonesia

Di era 70 hingga 80 an, nama mereka begitu ditakuti, disegani, sekaligus dbenci oleh masyarakat. 3 nama ini telah cukup membuat polisi bekerja keras memburu mereka.

Berikut adalah profil dan secuil kisah mereka, cekibrott

KUSNI KASDUT
KUSNI KASDUT
Siapa yang tidak mengenal tokoh ini pada era 70 an, salah satu pejahat Legendaris, tertangkap dan di vonis hukuman mati atas segala perbuatannya. Namun pada saat – saat akhir hayat nya ia bertobat dan dengan “tegar” menghadapi hukumannya.

Dalam keterasingannya di penjara dan jauh dari orang-orang yang dicintai, ternyata sisi agamis Kusni Kasdut tumbuh semakin dalam. Apalagi ketika dia di penjara dan sebelum dieksekusi mati, dia sempat berkenalan dengan seorang pemuka agama Katolik.

Setelah berkenalan dengan pemuka agama tersebut, akhirnya dia memutuskan menjadi pengikut setia. Kusni Kasdut dibaptis sebagai pemeluk Katolik dengan nama Ignatius Kusni Kasdut.

Saat menunggu hari eksekusi, dia menuangkan rasa cintanya terhadap agama yang telah dia anut dalam sebuah lukisan yang terbuat dari gedebog pohon pisang. Dalam lukisan tersebut, tergambar dengan rinci Gereja Katedral lengkap dengan menara dan arsitektur bangunannya yang unik. Dan sampai sekarang masih tersimpan rapi di Museum Gerja Katederal Jakarta.

Lukisan Kusni Kasdut
“Setelah lukisan gedebog pisang itu jadi, sebagai tanda terima kasihnya, Kusni Kasdut memberikan lukisannya itu kepada Gereja Katedral, Jakarta. Beberapa hari setelah itu, Kusni Kasdut ditembak mati,” ujar pengurus Museum Katedral, Jakarta, Eduardus Suwito.

Pada masanya Kusni kasdut adalah penjahat spesialis “barang antik” salah satunya yang paling spektakuler ia merampok Museum Nasional Jakarta. Dengan menggunakan jeep dan mengenakan seragam polisi (yang tentunya palsu), dia pada tanggal 31 Mei 1961 masuk ke Museum Nasional yang dikenal juga Gedung Gajah. Setelah melukai penjaga dia membawa lari 11 permata koleksi museum tersebut.

Pernah membunuh dan merampok seorang Arab kaya raya bernama Ali Badjened pada 1960-an. Kusni Kasdut dalam aksinya ditemani oleh Bir Ali. Ali Badjened dirampok sore hari ketika baru saja keluar dari kediamannya di kawasan, Awab Alhajiri. Dia meninggal saat itu juga akibat peluru yang ditembak dari jeep yang dibawa oleh Kusni Kasdut.

Saat-saat terakhir Kusni Kasdut ini dijadikan ide untuk lagunya God Bless “Selamat Pagi Indonesia” di album “Cermin”. Lirik lagu ini ditulis oleh Theodore KS, wartawan musik Kompas yg jagoan menulis lirik lagu.

Kusni Kasdut pada saat sedang menunggu keputusan atas permohonan grasinya sempat melarikan diri kemudian dapat ditangkap kembali dan akhirnya menjalankan pidana matinya.

Kusni Kasdut sempat dijuluki “Robin Hood” Indonesia, karena ternyata hasil rampokannya sering di bagi – bagikan kepada kaum miskin.

Tangan kanan Kusni Kasdut adalah Bir Ali, anak Cikini Kecil (sekarang ini letaknya di belakang Hotel Sofyan). Bir Ali, yang juga menjadi pembunuh Ali Bajened bersama Kusni Kasdut di Jalan KH Wahid Hasyim, bernama lengkap Muhammad Ali. Dia mendapat gelar Bir Ali karena kesukaannya menenggak bir, ia tewas dalam tembak menembak dengan polisi.

Ia menjalani hukuman matinya didepan regu tembak pada 16 Februari 1980.

SLAMET GUNDUL
JARANG-jarang Mabes Polri mengeluarkan perintah paling keras dalam menangkap bajingan: hidup atau mati. Tahun 1989, Direktur Reserse Mabes Polri Koesparmono Irsan mengeluarkan perintah kepada segenap jajaran Reserse Polri di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Sumatera Bagian Selatan agar menangkap seorang buron dengan kata-kata ancaman tadi. 'Tangkap Slamet Gundul hidup atau mati.' Siapa Slamet Gundul? Lelaki berpipi tembam, hidung lebar, dan tanpa lipatan kelopak mata itu dulu pernah menjadi musuh polisi nomor satu.

Namanya berubah-ubah. Kadang Slamet Santoso, lain waktu Samsul Gunawan. Tapi julukannya yang top adalah Slamet Gundul. Dialah tersangka bos kawanan garong nasabah bank bersenjata api yang belasan kali menggegerkan berbagai kota di seantero Pulau Jawa. Polisi boleh dibilang sudah mati-matian mengejar buron itu. Tapi bukan Slamet Gundul namanya, bila tidak licin.

Ia beberapa kali lolos dari kepungan polisi. Pernah tertangkap dan diadili, tapi ia kabur dari halaman Pengadilan Negeri Jakarta Timur, begitu vonisnya dibacakan hakim. Slamet bersama 7 kawanannya pernah dicegat oleh enam jagonya reserse Polda Ja-Teng, dari Unit Sidik Sakti, di sebuah pompa bensin di Pandansimping, Klaten, Jawa Tengah, ketika hendak beroperasi. Lewat baku tembak selama 15 menit, seorang rekan Slamet, Jarot, tewas dengan lima peluru. Sedangkan dua orang lagi, Subagio dan Sugeng, tertangkap dalam keadaan terluka. Slamet sendiri, yang sudah kena tembak di kedua bahunya, masih bisa kabur dengan sepeda motor. Polda Jawa Tengah tentu saja gemas akibat lolosnya buron itu. Sebab, dalam setahun beroperasi di Semarang, komplotan Slamet bisa menjarah duit Rp 159,5 juta. Tahun 1989 komplotan itu merampas Rp 23 juta milik pedagang tembakau asal Kendal, Rp 40 juta uang juragan ikan, dan Rp 34 juta milik Universitas Islam Sultan Agung. Nasabah BCA cabang Peterongan kena sikat Rp 28,5 juta dan karyawan PT Nyonya Meneer kena rampok Rp 34 juta.

Setelah kelompok 'Kwini', Slamet agaknya mencatat rekor perampokan dalam frekuensi kejahatan dan hasil jarahan tertinggi saat ini. Korban utamanya memang nasabah bank. 'Biasanya salah seorang dari kami datang dulu ke bank dengan sepeda motor, pura-pura jadi nasabah,' kata Subagio dan Sugeng, anggota kelompok Slamet yang tertangkap di Klaten, hampir serempak. Dengan penyamaran itu, kata kedua orang tadi, mereka bisa mengetahui nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar. Kalau sudah dapat sasaran, komplotan Slamet itu akan menguntit mangsanya dengan sepeda motor. Dengan kode itu, Slamet, yang biasanya menunggu bersama gangnya di atas mobil di luar halaman bank, segera tahu mangsa yang dituju. Setelah itu, barulah kelompok Slamet, yang bermobil, menyusul dan menghadang korban.

Modus ini diduga juga dilakukan komplotan Slamet ketika merampok di kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat. Ketika itu mobil Chevrolet dengan penumpang dua karyawan CV Bambu Gading akan menyetor uang Rp 10 juta ke bank. Kendaraan mereka tiba-tiba dipepet kendaraan perampok, sebuah minibus dan dua buah sepeda motor. Mobil korban benar-benar tak bisa bergerak setelah minibus itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Pada waktu itulah perampok yang bersepeda motor mengacungkan pistol lewat jendela. Ketika komplotan itu beraksi, dua polisi, di antaranya Letnan Dua Soewito, mencoba menyergap mereka. Tembak-menembak terjadi. Dua perampok tewas, empat lainnya kabur. Tapi, di pihak polisi, Soewito roboh dengan peluru bersarang satu sentimeter di bawah mata kanannya. Sebelum 'main' di Semarang, pada 1987, reserse Jakarta memang beberapa kali menguber komplotan itu. Waktu itu rekor Slamet sudah merampok 11 kali nasabah bank. Pada Januari 1987, dua regu reserse Polda Meto Jaya mengepung rumah sewaan Slamet di bilangan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Tapi, begitu pintu rumah diketuk polisi, yang keluar cuma istrinya. Slamet sendiri, dengan menggenggam dua pistol Colt kaliber 32 dan 38 melompati tembok dua meter yang membatasi kamar mandinya dengan dapur tetangga. Di rumah itu sudah ada dua anggota polisi yang menunggunya. Tapi polisi kalah cepat. Bagai koboi mabuk, ia menembak membabi buta. Ajaib, ia menerobos pagar puluhan petugas yang mengepungnya. Ia kabur setelah menyambar sebuah Metromini yang sedang dicuci keneknya. Toh pada awal tahun itu juga polisi berhasil menjerat belut itu. Bersama dua anggota komplotannya, Jarot dan Sahut, ia dihadapkan ke meja hijau.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengganjar ketiganya masing-masing hukuman 3 tahun. Tapi, ketika petugas menggiring ketiga terpidana itu ke mobil tahanan, mereka mendorong pengawal tersebut dan segera lari. Hanya Sahut yang bisa diamankan lagi. Tapi Slamet dan Jarot kabur dengan pengendara sepeda motor, yang anehnya telah menunggu di luar halaman pengadilan. Menurut Sugeng dan Subagio, bos mereka selama di LP Cipinang justru berhasil merekrut anggota baru dari sesama rekan tahanan di sana. 'Slamet itu orangnya pandai mengambil hati, sehingga banyak yang bersedia ikut kelompoknya,' kata mereka. Sugeng dan Subagio, yang masuk Cipinang juga karena merampok bank, mengaku ikut Slamet setelah berkenalan di Cipinang tersebut. Subagio, setelah menjalani hukuman selama 2 tahun, baru dilepas awal 1989. 'Setelah saya keluar LP, saya lalu menghubunginya,' ujarnya. Menurut mereka, meskipun Slamet yang menyusun skenario kejahatan dengan kekerasan itu, toh sebenarnya ia tak kejam. 'Ia belum pernah membunuh korban-korbannya,' kata Sugeng. Yang kejam itu, kata mereka, justru Jarot, yang mati tertembak di pompa bensin itu.

JOHNY INDO
Dengan tubuhnya jangkung dengan kulitnya yang bersih. Tutur katanya halus. Mungkin orang akan mengira dia hanyalah seorang lelaki biasa saja. Seorang ayah yang baik, yang mengajari PR bagi anak-anaknya, atau suami yang menyayangi istrinya. Apalagi di masa mudanya di juga tampan. Dan dia indo, lahir di Garut Garut, 06 November 1948. Tapi siapa sangka dia adalah pimpinan kawanan perampok yang sangat disegani. Yohanes Hubertus Eijkenboom atau Johnny Indo.

Johny Indo dan 12 anak buahnya yang ia beri nama “pachinko” alias pasukan china kota sangat disegani sebagai perampok yang malang melintang di Jakarta dan sekitarnya. Johnny Indo adalah spesialis perampok toko emas dan selalu melakukan aksi pada siang hari. Mereka yang merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979. Perampokan ini menjadi berita yang menggemparkan karena gerombolan membawa lima pistol, satu buah granat, dan puluhan butir peluru. Johnny mengaku mendapatkan senjata api dari sisa-sisa pemberontakan RMS, PRRI atau DI TII.

Sesungguhnya Johnny Indo berasal dari keluarga miskin. Sejak kecil dia suka membaca buku termasuk petualangan Sunan Kalijaga yang sebelum menjadi wali merupakan perampok, namun perampok untuk kebaikan semua dengan membagikan hasil rampokan kepada orang miskin. Atau tentang Si Pitung seorang perampok budiman dari Jakarta. Robbin Hood yang berkiprah di desa kecil bernama Nottingham, Inggris.

Berkali-kali pula Johny Indo mengulangi perbuatannya dan hasil jarahannya dia bagi-bagikan kepada masyarakat miskin. Namun sepandai-pandai tupai melompat sekali gagal juga. Pepatah itu nampaknya berlaku juga buat Johny Indo dan kelompoknya. Karena kekuranghati-hatian salah seorang anggota kelompoknya yang menjual emas, hasil barang jarahan sembarangan, satu demi satu anak buah Johny Indo dibekuk petugas. Johny Indo akhirnya tertangkap di Gua Kiansiantang, Sukabumi, Jawa Barat. Dia diganjar 14 tahun penjara dan dijebloskan ke Nusakambangan.

Ternyata mendekam di Nusakambangan tidak membuat petualangan Johny Indo berakhir. Bersama 14 tahanan lainnya, Johny Indo membuat geger karena kabur dari sel. Hampir semua aparat keamanan waktu itu dikerahkan untuk menangkap Johny Indo dan kelompoknya. Namun setelah bertahan hingga dua belas hari, Johny Indo pun menyerah. Dia menyerah karena sudah berhari-hari tidak makan. Selain itu 11 tahanan yang melarikan diri bersamanya tewas diberondong peluru petugas. Kisah pelarian Johny Indo yang legendaries itu bahkan sempat diangkat ke layar film dengan Johny Indo sebagai bintangnya sendiri.

FILM JOHNY INDO
Johnny Indo yang dalam karirnya merampok pantang melukai korbannya selama di penjara itu banyak waktu luang, dari sana mulai berfikir tentang jati diri, akhirnya selama dipenjara banyak belajar agama Islam karena sebelumnya beragama nasrani.

Kini Johny Indo tinggal di daerah Sukabumi, Jawa Barat bersama istrinya, Vinny Soraya dan kedua putra-putrinya. Ia telah berubah. Ia menjalani kehidupan barunya sebagai seorang juru dakwah. Di saat senggang ia menghabiskan waktu dengan membenahi rumahnya yang sederhana sambil menunggu panggilan dakwah.
Continue Reading »

Selasa, 02 Agustus 2011

15 Headline Surat Kabar yang Menjadi Saksi Sejarah

New York Times: “Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es” 16 April 1912
New york times
Ini adalah salah satu dari sedikit berita utama yang akurat setelah tenggelamnya kapal Titanic. Wartawan di beberapa surat kabar lain masih dalam penyangkalan bahwa Titanic tidak tenggelam: The Daily Mirror melaporkan, “Semua orang aman”, dan Daily Mail, “Tidak ada orang yang hilang”.
Daily Mail: “Keanjlokan Terbesar dalam Sejarah di Wall Street” 25 Oktober 1929
daily mail
Wall Street 1929, dipicu oleh ketidakpastian pertimbangan dari pemerintah mengakibatkan harga saham anjlok ,ini adalah yang terburuk dalam sejarah AS. Pada tanggal 24 Oktober, lebih dari 12,9 juta saham diperdagangkan oleh investor yang sedang panik.
The News Chronicle: “Hitler Tewas” 2 Mei 1945
The News Chronicle
Pada tanggal 2 Mei 1945, The News Chronicle, yang kemudian menjadi Daily Mail, menerbitkan judul yang berani . Pada waktu itu, tak seorang pun yakin kalau berita ini benar. . Artikel yang menyertainya mengklaim bahwa Hitler telah tewas dalam suatu penyerangan, meskipun kemudian yg terjadi adalah dia telah bunuh diri di sebuah bunker bawah tanah di Chancery Berlin.
Daily Mail: “Perang Dunia Ke II Telah Berakhir” 8 Mei 1945
Daily Mail
Headline ini muncul pada hari Perang Dunia II yang menyatakan bahwa Nazi / Jerman menyerah. Ini menandai berakhirnya Perang Dunia ke II dan Adolf Hitler Yang tewas
Chicago Tribune: “Pembunuh Tewaskan Kennedy”22 November 1963
Chicago Tribune
John F. Kennedy, Presiden ke-35 dari Amerika Serikat, dibunuh di Dallas, Texas. Lima tahun kemudian, saudaranya Robert Kennedy ditembak mati di Los Angeles Hotel.
Daily News: “Martin King Shot to Death: ditembak mati di Memphis” 5 April 1968
Daily News
Berita mengejutkan ini dicetak setelah Martin Luther King, Jr ditembak dan dibunuh di lantai dua lobi Lorraine Motel, Memphis, Tennessee. Dia berumur 39-tahun
Evening Standard: “The First Footstep” jejak kaki pertama 21 Juli 1969
Evening Standardl
Neil Armstrong menjadi orang pertama yang melangkahkan kakinya di bulan. Ketika ia menyentuh tanah, dia menyatakan: “Itu salah satu langkah kecil untuk manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia.”
The New York Times: “Nixon Resigns” 9 Agustus 1974
The New York Times
Presiden Richard Nixon, takut terhadap tekanan setelah skandal Watergate, menjadi satu-satunya Presiden yang pernah mengundurkan diri dari jabatannya. Gerald Ford kemudian memaafkannya, tetapi ia tidak pernah benar-benar diampuni.
The Sun: “Raja Elvis tewas” 17 Agustus 1977
The Sun
Pada tanggal 16 Agustus 1977, “The King of Rock ‘n’ Roll” ditemukan tewas di lantai kamar mandi.
Los Angeles Times: “The Beatles John Lennon Dibunuh” 9 Desember 1980
Los Angeles Times
pada hari sebelum Headline ini terbit, John Lennon ditembak dari belakang empat kali oleh Mark David Chapman, seorang penggemar yang telah menguntit dia selama 3 bulan.
City Press: “Mandela Bebas Hari Ini” 11 Februari 1990
City Pressl
Nelson Mandela dibebaskan dari penjara, tempat dia mendekam selama 20 tahun. Pada tanggal 27 April 1994, Mandela dan ANC memenangkan pemilihan multi-rasial.
Daily News: “Diana Tewas” 31 Agustus 1997
Daily News
Putri Diana meninggal setelah Mercedes Benz S280 menabrak pilar di terowongan Pont de l’Alma , Paris. bersama Temannya Dodi Al-Fayed yang juga tewas dalam tabrakan.
Daily Telegraph: “Perang di America” 12 September 2001
Daily Telegraph
Pada tanggal 12 September 2001, , hanya satu cerita mendominasi berita utama. Pada hari sebelumnya, teroris telah membajak empat pesawat jet berpenumpang komersial, dua di antaranya menabrak ke Twin Towers dan ketiga ke Pentagon. “Perang Amerika” terpilih sebagai judul yang paling mengesankan pada 100 tahun terakhir.
Times Of India: “Kami melihat air laut datang, kami semua berlari. Tetapi Allah hanya menyelamatkan sedikit “28 Desember 2004
Times Of India
pada tanggal 26 Desember 2004, gempa di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia, memicu gelombang tsunami, yang menewaskan lebih dari 225.000 orang di 11 negara.
New York Times: “Obama: Racial Barrier Falls di Kemenangan Kemenangan” [5 November 2008
Barack Obama, menjanjikan perubahan untuk Amerika Serikat, mengalahkan John McCain dalam pemilihan presiden 2008, menjadikannya presiden berkulit hitam yang pertama di amerika serikat. Ia kemudian diresmikan pada tanggal 20 Januari 2009.


sumber
Continue Reading »

Senin, 01 Agustus 2011

Cerita Nabi Idris a.s. Menikam Mata Iblis

data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhISERQUEhQUFRUWGBYaGBgYFxgYGBgYGBYYGBgYFxcXGyYfGBwjGhcWIC8gIycpLCwsFx8xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGiwkHCQsLCksLCwpLCwpLCwpLCwsLCwsKSwsKSksKSksKSkpLCwsLCksLCwsKSwsKSwsLCwpLP/AABEIAMIBBAMBIgACEQEDEQH/xAAbAAABBQEBAAAAAAAAAAAAAAAEAAECAwUGB//EAD4QAAECBAQEBAQGAQIEBwAAAAECEQADITEEEkFRBSJhcYGRobEGEzLwFELB0eHxUgcjFXKCshckM0NzkqL/xAAZAQACAwEAAAAAAAAAAAAAAAACAwABBAX/xAApEQACAgICAQQBBAMBAAAAAAAAAQIRAyESMQQTMkFRIhRhcZEFQrEj/9oADAMBAAIRAxEAPwDxiRIBALQYnAJ1QfX94hg0jKPvUwWUvekDTNS410DnCSxcep/eInDy/wDH1P7xcUJG9+8JYT96eV4uim19FHyJf+Pv+8RXgRcCkTWiJJXFUCmvoF/CjaErDJ2jRl5avCm4Wo2gbYaijN/DgaQQhMop+hju5/eC5uEYNAsyQ0RSI4IhJwaVOwqKkdN4nIwSDp6mIuRYtcQZgSB9RaLsGMVYkcPlOHT6mChwqQbI8if3ihYJDvFkmfauVtYqmNjwbqiaOByXqPUj1MaUj4dwim5C5BpmLDY3cxdhFISxWy+oZVtCDHQSJwWnlKXeiizpFmNe0IlJo3Y8EX2kcvN+E5OcskBIapX4XzNejPBc3/T+WyVMrKoAhiS43vaOiXglAozTAhIIJUUBqJyggAuqlNDqIMxHCAtWdM75iSWU0tyeVY+k/mCjyu2WjO0V6jJLxoHHI+AgXAQ/K7kqBA6B608IKwX+nUtfKsBKgHYE5iHZ7swcecdXhuGyXmGeMpImBIJz5AWy5H/MMpb/AJyLQsP8PpBJUtIJWVBSQ6khSpaq5mIJCMupIUXeC5sz/p4LbZi/+HWDTlBGYkE3U5SGJUkA9dtYEm/AGHlkZkOCWS5UMxIdmzAghj5R2M34fliVLCiD8sDmyhyOWoryHlApud4nI4IPlIdQBCsz/VRsoBs7IKQ9HyvFObDhgg+6/o85xHwpIJI+XlIoWKi17gqJ0MZeL+FSk0l0YFw5vUUdw7R6DiPh1OflJAKnIPK6XUojqCSkdk62gNfCyFkhR5r2IYEMBswBD1vE5v7D9GKfSPO1cICTlUivc0fetIrn8KZ2Tq2t47biHDM71YFrA6C5qHPWlozsTgUksDVy3KwDk6vQc1vWLUn9lvFjT9pxysIRpCRLANUuO5jpF8P2r10oz61taM7EYIh2qNNNtDF+o+mV+lVcooqkSZR/9vwc/vBGH4ZKL5gPBWugFYHlzWL0fYinhBAxDu5r/W5swFfTWKt/YxRx1XFX/BI4CQw5Q9fzH0r2gWZgpf8Aj6n94nMndftmivO8Er+wG8cVTiv6Rl4pICiBaHh8aRnLdPYQoejjz9zDMFJzJFW8H1i04bTN7fvSBZD5RX7eJCXFNodG2ixaVCx9Yhm8IcCJiW8DyC4WRC/DtFqSD3ivJE0qYvF8inAkQwgyXPpAonggpI7HUQ+GoYjJF06NbChx1MCYyQM1ImZ4BfpCHEGbp+sAOvQHMwhAqIcSGFYOQgLBuNdIkUjKxJdnDMQ+xc0prAOQ2GNPZlysRlVFgmAlnDfd9YpxCa+7DT9YaaWLhRVS5BB8Qb+ZhsZaM0oPka0iYqWbuDsLi7194O4fMZRyBYOqCUhxflJvbaMNE+hBI6Au3XLtGhh5iFCoAYarGgqwUzk3bpASSfRpx5HHs6bB8cKC6aINQlagouxqCpNO7a6xt4KcZgKk8rkAsCtS1AO6RlBScunpeOAUZbsMtLjOkFTpcspTgAGlK13MF4biyZQUQlWXMlSHXKKhUs6SCVCjdmeA9MZ66O4/EliVJE4ZaHNZ3LKQ+Z3o9g8ESJiJYLy5iV3YZioXIZk20vHGYf4lmZwSpSQpshKJbZEuKghiaNTWNrEY4kBK0YnMyiSeZQysnShDvQhgG/yBFVRV3s6aZxFyU8wUEuUgOQlgXPjQ22u8Tlz05sylsn8osdfAWjkEcVmpKyuYbpCyeQlw4SSC+ZgLJszwYOKgpTlCmJclTAEA5aVAABB2esC2MxxdmziEjK6S6S4d6k9H8Yyp9e5vXa/fSIYjiIACaAO7AZyXFS7s/KPMxBeMYk5XIKqZi66hz2Ao7tSBNCtbaBJqmSez3uHFIBnKCiRZu1e3pB2N4swIVKqwBV4AhiP3q0ZM8qPMAWoQAbUf/tYwVUDdkkYdKq0AS7J9yfvWKpnD8wckkm2wbT2tFuQEhlC1P5bxvtDzpjWNO5o/hEaCxzowcTwypZqCAThyza38GjdmFwQKnc/frAWROboP2gkheSSbMUyy7axMYZrtBCfrpQxRiQxhiRllKmzOxg5z4e0NCxY5z96QocjmSdtsKww5R96wQg7AQPhxyD71MEpTSFSZtxq0iZSGv6Q0tRtCl0hTEsYXY/jqxiIZcXLREVI6RFIk4Az+cWywdTD5NovRKOW16hx3FCfHyg7M/EuCg1RTT9zFE4tV3++sVzMyQ9G8PsWiBCtvqs1av/dINULd2FSJ4Zgb3/aNCcsZcwcbN+o0jNkDlfmYbNf9Q8WyscrQCg2NB57FjCmjVGdIqnYlRGUqJT/jpQMD5RQuWA9QWdi1D/8AZmHg8ETJ+ZRN6jQB97U8OsSmozucwBO5NSerN57GKug0lJWBSSUqBQSSLEUPp3gw4yUBlyOMv5lF0qLORlZ2Y0IapgGfLykhQII8avV9YrM1nIUXI2YWDj7/AFhkTLldKjWmT5ZQVFRfN9PMxQwDpzChDWPo1Wnz5SgMgTmAABTmZTUcpKXznUu1bPGb+IKyAWDA1ANGBOjlQ/fpEUzqgjkIALpLEF3zBmqOmwhtmarD5GKCVZgoFVXdJSKbFCgSTa2sagJWcmVlAcxS4Kauc2ZGZmLVPiRSOfw86r5yHDHMCc247a1/R4LlT0vlUEkP9WU0HVqjw9YTPZtwNJbOkky0JI+cgyyCWmKzqBKSxcCpYPZ3LA0hTJgy0M0hyE8gCVClDUFILqtvHP4TiDHLmISf8HB7tbffWHHEFu3MOhb9R6xncWdCGSCNuRjiC0oBJSOYsEqUGdyorIJNm7XtAPzZizTNmNgmgYDXRm8KQInEpynN3FWFWsNbCJYeemhrsO+l3p0bWBpo0NxaSZZ82YigUqpd3DE1D+AKq9YIw2KdklXhYuXtWthWBlYhIJfwBI73h5/EA+ZLZvqoBcnZ2HaDjbE5IxXQepSUFwEs71FUmtKg9IqnY59fQb9usZKcS9zEZpYw5RMU8vyHTsUd4rK2T3iiWgUdQ8dxvCnTkb5u1B5n9oLjQn1bZXLNXNn9v7EVYo5orUpy8XoSPGKkwoRu7MjEDmMKJY0c58PaFDl0c+aqTQfw6W6R96wWE6GB+Fpom2vuYPm4YgufSv6xnm9nTwq4pgykFJieRx1h1SVGwNIskpNoW2aIrZKWKUrFC8wEH4Y3eg1eBVLDsYpEm1RRLlvs43o/aCEyhYg+HpCw4Gbpv/bRatLAsTS9PdoYZwSYlnd27UgVIYuPOx8xWLcSs0Fa1qCPLcRQ3X3aCFPsl+Mbt/L1iibMf7r4mK5g+3ilzDIiJsOlqYUJq1QCGLO12v7QUJmbVgBYAkVPUuNKxlpmaVgtBIDuN69CGoevsdICSNEJ6ITXSLlv37jpFSlEJDvVT3oaEPkZixevVouxCCAkF6gEaX/SJzcCsJzGiUkpqbNlJAB/+QFg5ubQS0JmrYGmZV6Xe2XuA1tYtSolrhLu1w9hfyi4SbEBINA2oIAYhKiXfKXdxWwcROdhQAFBaXYEgUIJBJ5Xbs2jGjtF2AotFYVmJ5XzWBLM5e5DPFSSHsQav6Bm6d6v0raZfK+Z6sXBsGZ9LOfCEhZzZg5uWSWIYv1dosn7sgFBJLMbs+orsSPWH+aPAtQPp06xEAhnIGbd/OEiUSC4JFwcwAd21FaA0v5QNDYzonnUoWJGp2YbttEzNZP0tdtGFNhbrv4uIqabVp19ogSdfU/vE4l+tTsIE4ft9+cXKoBU6EvS8C4dTGgcnTr0h5k42Iq9bu+0XxAeVsPwrEKJNtaX0ubUMUz59S3n/UBBZtFkR6Bir7Ls5PfU72b9fOHyRGXBKBCXI2Y8aYPEkrINInlhky7mJdjPToz8cec+HsIURxf1Hw9oUaV0cmfuZr8PSPlpPf3MaqZTp5dIzOHI/wBpPj7mNjh8p94y5Dq4Okv2Aijp7frBGGlufv8ASCk4d3ilaco6nrCrs01x2VIICj/cCLmgqJYGm8JS7k2FPGBA5dTUt/EPhExZsgbImHQEdj4Q2KnEPrvca2IgfCzA7EgHeLZ2Iq7ggivfqDrrtF1sU56A5819AL0e36wy7W9REJj+Tt5wxT38v3iNFxZTN8opiaqncQ/4ZqG/p5i8MWhDuT0QQuoi5OMXcE0t0iubJyt1joeF4SWpgWNC4BZLBw5N1PehBGU3NImiqa7MBLkgAPoOsWCRMIHKT7xsY8lE2UGytYl23zB/y1eOg+GuGpmFSV5XRl3JBWlKgzKDu5D7vvEDSs4/D8Mnqcplks7mlGu5PcecU4jDzUVUlQAJG27j39Y9alcJlo/KXUCSGFXVlIGwAL6+5jkfiZaZk5MlCWbK41UW9mcmF8qZo9JOPZxpxK8rOpr9H3iozTQOaO3jeOr41hRkDJOZWTLRnKquCHBcuT3jn5iE5wAHysC+pArZtYNSESxNfIOmb0EIzugJ+9ItVgTmIGl26CrQKUnSCVC5KSJZvu0RMMTCcQQsWaJAxF4mikUyLY6YtSIZCYtJCaawts0QiWy5fYRepYSKVjPVMhvmGB42aFkoIXiz/EVpmRUA8TGUavBqAqXkbBsT9R8PaFCxSgVFrU9oeGIxSdts2eFTf9tI7t5mN3CqLMBf7+zGBwhsoJ0f3MdDglulR/KGc+1erGM09s6uHUEyU2cEi39/1GaucXFaUfwO3lGgVMATQG9AHGgFLtr7xkY3EjqSav3gUgpStWwTEzLgbveJoLIVTT0p53gb5gBqH6dO8DrUDZ22JtGhKjBOXJl4mtUD78IgqYSIpWsWA969T96RBcwxKF8i5GI6tDqLiqi126000iqSgXJakPm3iqDT1smhANrbP5QXIy5bZiDUVoHFXB1PLXca2GQK0vbxPa8TYhVWDhnprSrwLHw1sjjlBg257gaebvFvDcSlLu9/6ED4pPb1YkMCQTfeBwIJLQuT/IP4vxEzFJqVZUhIJ2BLeje1gI3vhzHKE1ZSKFKT2CRU10p6xyeYVp26RJMwi0ELWtnfTvikh1rNhQPUuAOWn20ZmBSpSJmKmZVAkipq7U2YUanXtHJqmklzBiMQ6Qnmp1ozWZt3r1hc4mrFlvRoY7iJmkLbKlAZISGABevclwPExmSXzDL/AB49IadMIDC336xWhTWJERLRUpbL1JLqSlVKAsfqL6b19IKk4EJRdLs+/prrALUvard4nM4ksgAmgt0iNN9EUoxdyKZ8seECqG0WTJrwpcreGLRllUnoj8sw6ZjQlq2hgN4sHp6LTOiGd4iRCEVQTmyWaJlQaKs0KLB5MkVQgIYCLEiKbCjHZRNvCh5/1eUKCXQqSqTNnhx/20jf2cxvyEJCUOAvM5bMLB9vpFCS7UEYPCZboTX7c3jXxBLJqBkqXLKB/NRQfQ28oyyl+R18cP8AzX8GvPShSghDkkB8o8uS7uzCjh45bHIAerHQVNKEFyBeukbC5aVgryJWQEMhKkpUpJo3y0JKgaFy4s5dw+FxKelanQkJBskC1yxOrA31aCTFSVaAVGKiqLC9Pv7vFM5VYYkZZMSpv3/MVgwwiSUwYgdS4kZnRren2Yk9GGorWtNKaOxrDIluWcDvQecUGky36Td9QQaVh5kwuxDNRopSQKt4QbhuGlbEWgJNLbNMW+gaYXSA5YE02s7enlA5VFuLTzZRYR2fwL8GS1qM/EKAlyspUCjMMzvlKTRamZkWzK5nCFJJKq2Ik23pHNcF+HMRiiBJS9WpU0Y0QkFZFRUJYPUiOrP+mPycn4peTNoZsuWUgXUcomkJDhyQGe0ETuITpfzpeFVMw0hanYF1EAAAKmoDqvQOGzNUNGJieCqYqJJ/yepfV3rc36wP6jHEbHw80jTxH+l4OGTORNBdILCbJXVgSGUZZethmMcFNlqBaojrfg/5SkTZa6LSolBqBUFLEioqLwPiOFB7pQNKbGhYuTswgJeQubjXQcPDk8anfZzaZyh1ESRMB6GNObgyHypexLivftX0jMny2VZq2g1JS6FzhPH2RUDFZjTXhnS8BTJMXGSYuUWip4RXDF4kmYRZvSGCrGh2hiTr7w0QpEoiYTwgIhYhEgmEBF8qVvAthxjZGXLekT+UxqDFyJbVi13vWANSil2ZuMHOew9hChY0c58PaFDUYZ+5nS8GAGHB1uNS7kM1rVdtItklSCFWLOlw+jvW3dtPGJ8AQE4dKlJB5Vs9q5hZmLFj4RTjJuoFD0Z+g2G0YpJuTo7+Olii2/hF+HHzJkx1qAImFSkpWpwQarAcsSWerOHuTA+MloVnLKBDupAKgpSgb5lANYU36gQ0pmIcgFyctVDYKchw7a6+EL8OpQVmYASisZk3QSWygkChBIs7avVsVsx5JaswJh8P17fekUXgqch+blYUpR2F63JihKdIcYGm2RCKtEkhokUtCUc3eJZdURzbRKEiUY1+FcMMw28YXOagrY/HByIcK4OZihSlKfvHcDg4l4dRArlNfCLOA8HAIcR1HE8KPkqSNUkekcHyPKc5fsbIwUNHknw/hT+JSvKVZVAswIcHlfNS4F7u2sepcOQTKSlOXMhJClBIrMbmKySXXSpJJy94824ccmICdQrUnWjajcx6zgcXLUhOVlHMl251P1NWZNHL3ICbNp8rM1S+BmHGu62Bj4fcFRDVN9CSakAB60pTaAMVwtASQQSw8RqaeOka2fIo/NcKJIStan+pSiBkLuatc2N4p4hMADgvTyerMAzNSwtHMnN3o6uCLujzT4PkPjcSg6JmnxTMA0tQmOqncPSUqfKkncFWmgTYMR6b1534fDcTxRsCmYb/AOa0EVF7x18tQuQAQCx0pampp3do3eXkayJr6QjwcLeJp/EmjmMXgUBJJWXawCnJcbotr4EVavG49Tq+/wBo9D4/iEspwSACwBL5iqgY+RPe8cFiQZk0JFyR3rGvw5tq2Zf8jBJJfJp8PwZWhNNIjjODKD0j1fhPwnLlSJYLOEh/KMD4txMiUlgzxnXkz5/ijJxg1R5fOwjGsBzENBuP4hmUWgFS3jsw5Vs5+TjeiMPCaJpEMFpWRSItTK3hkCHVMMCxkYpdlhI0ESQIhJSTpBsmSKvcaDTqXvFUHZCWixJFd4mF5VaERKbLUb66jVte8UKQ0DdD4x5LbA8et5hNNLdoURxQ5j4e0KGrowTVSaOk4Yn/AMsgvckJDncuRprrvEcTL28r+JPeKeGF5csegFfqMFz15Es4J5SGO9c3hZupjNW2zsc16cV+yBROYMAQS9WcuRp0/mKMYtATyKUrmqTqkNlsWAZqNcGrUi/FTs3MoXZ9SSkhJc/lep2oBAWKmg2FSznQ6UG1NTFxEZGqAjFkuWbgRMIEGYbBiyiwLVItYv4wbZnUAAy3PSDMNw1R09HiYw4SaKDXqD5MHr6dYIVxVdTc3JP7wqcp/wCo2EYf7E8JwplDNaOgws2XLTRo5TEcUWdoEXiVnUwiWCWT3M0LLGPSPSsF8RywakRtSviCWoNmHnHi34he5hJxkwWUrzhMv8an0xT8hfR2PxLICVmbKvvt4Q3Avi1UtX+RLvmNjplDFqiu4ppHKDi8zVTw6cWLlLdQSIcvF/DhPYyHlJSuJ6lK44hZHMpZSDVRTlS9VZszCgJsaZm1MZmN4ygp5Zj7OCxr+UB21vZh1jiJfE0hJSCsA31eJycYh6qJH/KHA1bR+7wheHT2dGP+RXwbPBpqPnz5iyLSxUaXcDsgecbOK+ImYMlYLXZJAZtBp1f1jlsLiZIJKjMU9mKU2SyX5T47xpLnoCCqXhVFJc5phWqgFbkAjX6dYLJgU5W19f8ACoeZwjxS+W/7dmfxrjRUpr7EEk1dxbr6RD4eCUTBOnUynlBuTAMziF8oSns0CrxQN3Mao4fw4LRzMubnPlJndcX/ANSlqTll0pHE8Q4hMmF1k1tApmbUEJIeGY/Hhj6RnllctIraFli4jQwiikPsVwKwmJRPIweIRQXGh0w5hhE1SzrELXRchRDMUxakgnmdOxHoHJ94FlAakiCELmJDguPD+4gNMvKi2nd6+lIulSQW/MSNLCAhNc/SB2EHBZfmIAb6U0cNSuo6QL2PjcUYuPDLPh7QofiH/qFunsIUMXRjn7mbnCgPkAGhYlywBDnXXtEp0pakqXcAgPvtRtAK2vuYH4dLeWjPRAdmFSXNo08JNmqShIWUoC1Fhd2S6iPzEgBq1ZqRnn2dLDuKM1SgwAepdVwOgI6V8+kDFAOjf1qX6esbE7Cy0lqWDcx1BbNS9ANGLRSvBJWkZXdqJ71qb3L7RSLmkZRwxBoHuWO0FYOWTQ2NBEhKUyiHADB+igaP4EtFkvDuFNQgih216XaGGbphCOGkoCgXsKGtXFRdn/TeLBgcqdA7gqI0CWYdx4xfgJQFWLVZ2dn1AsYOmSMwo2p0JsHpvasDQdHO/JGQgjWh1a2nvAypCsrafwK+0dZ+FADMioqCK30LvAE3hqS+RX/Tt2MVsZFo5UyhX70vFakxuL4cpLlQFqHSMqZK+9INMXKCBgmE9InMSe8V5YYZpfQwTEpcxiOkWJTToIrIZ4hV10FSuKqSjIGu730IN4pVjVkZSokB28YplpctFqZZ2inSDi5SKyk30hZYJEroa28WFBDKkkA0irC9JlCQB1/Sv35wmghMtgNjt6a94Yop2iWRQ0VioixI200h8gcNq3hBBwhpuT2iMNL4BCBtEGgtUhnejREJGz9YGxnp2Dpi5Lm5eLxhAr6SIh+EU7GntF2C8ZM4HXl84dODGqm9X6OLHvDHAK0r+kMrCKFxEbAUX9l6VoFieur+EXIxpIyhCVB75S/8QH8k6xMdfIfd4HkPeJ/IBxNJEwuGNKeAhRDHfWfD2hQ5dHOn7manDkJ+WlSzQaampdtu8aKSpYIYBNgNBXTrSpgTg2DKkJbV/cx0EtKZZzUJAps7UJGsZJvZ2cEPwTf0jOm4VWVSmASSKAkBhoBYhyntTeJYGXuxe1SKuBdNT2/eJZiSWrQudA9P1fyhsVhvllbcwDBJffVuzwcVQGV8nSAlJeYpy/NVjQ3q4vUn7MaM7EFllSEuVUKbJLMRQsX9xTaBBMSQMrZ3cmvsaGofS/kcqZ9BKcoYMRYiWmpa+YltbnxhhjkvkrkTilAL0BcaE1BLEh3D07nsSsPxBJTXQ+hDHVyajxGkQ4mM2Q5VABIyuGJDUomzvR7+ELEyUlaVOAlSSWSKghJILFrnLXYgMYjjZITa7JjEZi5zMDVhcC9TenuIBnoINXDmg6e8OMQQSEqZgU0cAixrqTmPh5RCVhyWUSqopq92FPpdlHwMVVB23sInI5Epe+YkPZrffSMc4csVGgqIMxs0qZPY+BFB0o0PPwpQgc1De99jo8Uy19mIBWkQU3hrBU+UxqIDWSDSCTFyWiRlAgNTQ9Td4rVhi9omlWsTCouwFFVslLwZLeXvSLEymo3jZoIl4hRAFAA7UpWLESVFg+tHsN/VoW2a4pJAyRpbQG0SnFg7MegofONA4dWVlHMLs1n66UHjFC5JfUsLEvSpo+nSKGOqM8SuVxp7uYkZLjM/f71gqbhgkOk39PtoplTiP4HvvBWJafaK/kiopuD/AFEziVKABFtqRISybeH8Rb8qjjXT9jFWxnGKVyKQFKJFa3i6UgJYs931a7UgmRICWJzV0IDMer1higZ2NszPUG994KhbypLQMZidSxpUCzRX+JLMd3BFK7wViVJUs3I0JIdhZyejRD8ONP4MR6JBKStsDExW8XiYo/V9NH6xNeHDUNdorEveA5Po0LDGuSLL3v8AbCFLDWAJ62EW4eU6mPU+USliuUpJIem5/WK+Q3XFIweKKeaqgFrUFhaFE+MgicrMGPLTblEKNK6OJk97/k6fgqgMNKtXN/3Gp+9IhiMQSWF7CAuErHy0Aqahcf8AUS0E/JKsxH0i6m0fT7eEOO7Z08eX8EohckoZz9AegJqWelqCnWIYmflflClqYjZJN6DV3AGkVrYAaEjlHar01LesSwE1LErAzXSSSmxBodTp4xdi6/oqzJfmGVT8ytdrD9ekTxMpmAVVhYsX5gHo1CHuHzjq0Mcl1BYKVBQcgfldShlVr+V/EQRLwyZhSmWVZwFO4YkuAlIrsbxXIP0/smjIaklkgc2UjMS5ShQD5aApAa5OlIktGdJUsjlQcqWYtmzMA1wFO+wgbDYspyuXFaEgioI1128GrBuGQlYCcoM1kkE5lUSpRISEHUAku2rdYpFSxA0zAsM2amY7EXY13JTQXZJ0rFsyQQCPrSHq9HMssoE6EhTDVusGYWRRilRTlIITT/cA5c7mqSh//wBdXnjE5xlOZHyyW/MQFTCogkDaZbTIs0doMW1UaMXCyipeYahNVWDgXOzuK6CLpkwqzOCPpUABSoJGY3BI8KHYQXgRkStCZmZKgxSR9VXCdwoZiRayhrFCvrUC1SnOUvlKVNVuhA2LqcM8DYxwdr6AMWglIOVwHL2IGZuYm5fXv1gGbKBJASyg9M1matuitfaOgxuEJJ5kkHN+dAAW11AkhLly9i7OGeKFyiDM+alQvmSEjOlTgfMIWHCXcFmqkA7xV0W4NgKMA4UAAvmAJAD8xYG1A5YhxVQEQkYMNnpeoykgXZyzVb7amzisGMyvrKnSxSEhExCjUFiXVmKSC6gXhSMDX6ggEAqzKQUlk5ipMwJNLkJFaNcxYElT0BnBJIOVySX+lmTWlC21g3lFyZAIcJSwYPUFRchxQGreAPSmovJMlhUxCVEhACkuFISFAFRSaah6MXBgHD4cEqGTKAVMMzK5ajMoggll2o7CLaJCdluJmZkiYUZXIOZjznMBUKocpBFA3nGB84pVS4se+hGtPeNvF8KOcAEBzkIzCiykuWURlejuWD62CxHC0lMsCWZaqlUwrKgoOWdATymmhrfWgchyxPownKlPvU7DfwrBMzg6soW3Kqx6gB/J76xuf8GmBsslqVIJObUGr6gu1KMW1QlKQcikOku2ZwkKUPqTzMaB9j1gex7jwW0YOHSGIJZQqk+wp90h5qQksvlPn400ja/4ahUrMCkKdjU1SaMKvva/lGeMAoq/NlFiRDFoxy/La6BvmvQfdPaB58+pYXr2jcXw8swTpfcxRL4QSQCk+EXYpwXRk4fDuP4P6Q45T9/Yjdm8Jygtp0p6iAJmDUTqR5e0CaPigQAE3DwxIq/9Hr0jSTgqBxSxoQ0DDBHOUkat3il2PlKoURTIYAEgFswL7aRdIXlPM4VoWLDyqIdCAykmrMAfG4gv5hQk5lMSS+x6hhSr06wVGZ5LZx/HD/vq1+mrN+Ubwolx9bz1EbJ/7RtDQ5dHNn7mAPD5jChRYInhZoUKIQTws0KFFkGeHCjvChRCD5jvDZzuYUKKILMYWY7woUWQWY7w+c7mFCiiDPCzGFCiEFmO8LOdzChRCCeHzncwoUWQf5h3PnDZzuYUKKINmMLOdzChRCD5zuYbMd4UKIQWc7mFmO8KFEIIrO5hZjChRZBZoWYwoUUQYwoUKIQ//9k=


Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa pada suatu hari Nabi Idris a.s. sedang duduk menjahit bajunya, maka dengan tiba-tiba berdiri di hadapan pintu rumah Nabi Idris seorang lelaki yang tidak dikenali dan ditangannya terdapat sebiji telur. Lalu ia berkata: "Wahai Nabi Idris! Bolehkah Tuhan kamu memasukkan dunia ini ke dalam telur yang sedang aku pegang?" Apabila Nabi Idris mendengar kata-kata lelaki itu, tahulah ia bahawa yang berbicara dengannya itu adalah iblis.

Lalu Nabi Idris berkata kepadanya: "Datanglah dekat aku dan tanyalah apa yang hendak kamu ketahui." Setelah iblis menghampirinya maka Nabi Idris pun berkata: "Tuhanku boleh memasukkan dunia ini ke dalam apa saja, jangankan dalam telur yang kamu pengang itu, bahkan ia dapat memasukkan dunia ini ke dalam lubang jarum yang aku pegang."

Setelah menjawab soalan yang dikemukakan oleh iblis itu, Nabi Idris dengan pantas mencucuk mata iblis dengan jarum yang ada di tangannya. Alangkah terperanjatnya iblis dengan tindakan yang tidak diduga sama sekali. Lalu iblis pun lari meninggalkan Nabi Idris yang telah membutakan sebelah matanya. Iblis itu buta sebelah matanya sehingga tiba saat kebangkitan junjungan besar kita Nabi Muhammad s.a.w.
Continue Reading »

Minggu, 31 Juli 2011

Hutan Amazon Dihuni Oleh Para Pejuang Wanita

Lebih dari 4.000 tahun, perempuan ternyata sudah ambil peranan penting dalam pertempuran yang menentukan di dunia. Namun sejumlah besar perempuan dalam satu suku, yang seluruhnya adalah pejuang yang mahir menggunakan senjata dan menguasai teknik pertempuran, mungkin hanya suku Amazon!


Ada kisah dari masa Hercules tentang satria perempuan berkorset kulit sebagai baju zirahnya yang sangat menguasai seni tempur dan pertarungan dengan senjata tajam, lalu seorang ratu yang memimpin sekelompok serdadu perempuan bernama Hippolyte. Kisah ini yang mungkin diadaptasi dalam karakter film seri versi TV: Xena the Princess Warrior!

Versi catatan penting sejarah Yunani kuno lainnya menyebutkan keterlibatan suku perempuan Amazon di bawah komando Ratu Penthesileia, dalam perang akbar Troy di abad ke-5 sebelum Masehi. Suku Amazon ini membantu Trojan melawan invasi tentara Yunani. Hujan panah dari tembok istana Troy kemungkinan besar merupakan buah serangan perempuan-perempuan Amazon ke barisan tentara Yunani yang mendarat dari bibir pantai. Panah-panah yang menewaskan sebagian besar tentara ekspedisi pertama Yunani yang merangsek ke garis pertahanan Troy. Namun akhirnya Ratu Penthesileia sendiri terbunuh di tangan “pendekar” Yunani yang legendaris: Achilles. Inilah yang mematahkan perlawanan suku Amazon di Troy.

Suku Amazon

Amazon adalah sebuah sebutan. Ada dua versi kontroversial mengenai maknanya jika ditinjau dari etimologi-nya. Versi pertama, Amazon berdasarkan tinjauan bahasa Iran kuno kira-kira berbunyi “ha-mazan” yang diterjemahkan sebagai “warriors (pejuang)”. Sebutan ini ditujukan bagi voluntir suku gagah berani yang mayoritas perempuan dalam pertempuran besar Persia (492 – 448 SM).

Sementara versi Yunani, menyebutkan bahwa Amazon mengandung makna buah dada yang hilang (breastless). Penyebutan ini muncul terhadap sekelompok pejuang perempuan yang mahir menggunakan panah. Namun anggota suku ini tidak memiliki buah dada sebelah kanan. Konon buah dada itu sengaja dipotong untuk memudahkan gerakan memanah mereka.

Dalam mitologi Yunani Kuno, suku Amazon dikenal sebagai suku yang seluruh anggotanya adalah perempuan pejuang yang amat terlatih menggunakan panah, tombak dan pedang. Sebuah skriptur (yang ditaksir) berasal dari abad ke-8 atau ke-7 sebelum Masehi menyebutkan mereka sebagai Amazon (Amazonia). Perempuan-perempuan Amazon ini dituliskan berasal dari suku barbar nomaden yang bermukim di sekitar Laut Hitam (wilayah utara Turki sekarang).

Sejarawan Yunani kuno, Herodotus mempercayai keberadaan Sarmatians, yaitu orang-orang yang menempati kawasan Scythian. Dari sini lah dugaan kuat muncul bahwa telah terjadi penyatuan antara perempuan suku dan kaum Scythians. Keturunan perempuan mereka yang lantas meneruskan kebudayaan suku Amazon.

Literatur menyebutkan bahwa suku Amazon memang hanya terdiri dari perempuan. Semuanya didik sejak kecil untuk menjadi petarung yang tangguh. Sejak anak perempuan menginjak akil balik, buah dada kananya pun dipotong dalam sebuah ritual. Inilah ciri khas Amazon Yunani. Perempuan-perempuan itu mengorganisir diri menjadi sebuah ras yang unggul, menyaingi satria lelaki bahkan melebihinya.

Dalam satu tahun, setidaknya mereka melakukan “perburuan” lelaki untuk reproduksi dan melanjutkan keturunan. Lelaki itu “dipaksa” melayani hubungan seksual dan sesudahnya dibuang kembali ke sukunya. Seandainya lahir anak lelaki, maka mereka akan membuangnya ke suku lelaki yang membuahinya atau dipelihara sebagai budak. Amazon memang hanya menerima kaum perempuan saja di komunitasnya.

Amazon Amerika
Sementara ketika suku Amazon (versi Yunani) telah lama dianggap punah, kisah mengejutkan muncul pada abad ke-16. Kisah ini dilaporkan penjelajah Spanyol Francisco de Orellana, komandan satu pasukan ekspedisi Gonzallo Pizarro dalam dokumen resmi ekspedisinya di kawasan Amazon, Amerika Selatan.

Tahun 1541 – 1542, Francisco bersama regu pasukannya melakukan ekspedisi menyusuri kawasan basin (daerah berawa) Sungai Amazon dari pesisir pantai Pasifik kawasan Napo River (hulu) sampai pesisir Atlantik (hilir).

Dalam penjelajahan sungai tersebut, tentara Spanyol tersebut beberapa kali diserang suku-suku pedalaman. Namun yang paling mengejutkan adalah serangan mematikan pejuang suku Indian yang seluruhnya adalah perempuan bersenjata! Pasukan ekspedisi Spanyol kemudian menyebut pejuang Indian perempuan tersebut dengan nama Amazon. Nama itu diambil dari legenda pejuang perempuan Amazon di Yunani.

Dari kejutan berdarah suku Amazon ini lah sungai tersebut kemudian mereka beri nama Amazon. Hingga kini daerah sungai terpanjang di Amerika Selatan yang melintasi Peru, Columbia, dan Brasil tersebut disebut Amazon. Termasuk wilayah daratan hutan di sepanjang sungai yang pada masa itu menjadi “benteng” pejuang-pejuang Indian pedalaman hutan tropis Amerika Selatan.

Walau muncul keraguan apakah suku Amazon benar-benar ada atau hanya sekadar mitos yang tertuang dalam epic dan legenda, paling tidak banyak artefak dari masanya yang merujuk pada eksistensinya.

Di wilayah Eropa modern, sejumlah artefak tersebut tersimpan dalam museum, dari masa kejayaan Yunani Kuno, Romawi, Persia, sampai Indian Amerika, dan Timur Tengah. Pahatan, relief, arca, dan senjata tempur peninggalan mereka membuktikan bahwa kemungkinan besar suku perempuan yang dikenal sebagai Amazon memang benar-benar ada. Hal itu juga didukung sejumlah skriptur tua dari masa sebelum masehi sampai abad pertengahan Masehi.

Kegagahan perempuan-perempuan pejuang ini memang tak bisa dihilangkan begitu saja dari jejak sejarah. Jika ia tidak mengacu pada satu suku atau bangsa yang didominasi perempuan, setidaknya kelompok perempuan yang mahir bertempur dan menggunakan senjata memang benar-benar nyata di masa lalu! (berbagai sumber)*

Amazon, Sungai Kedua Terpanjang di Dunia

Sungai Amazon merupakan sungai terpanjang kedua di dunia. Mengalir membelah daratan Amerika Selatan melintasi Peru, dan Brasil. Panjangnya mencapai 6.437 km (4.000 mil) kalah sedikit dibanding Sungai Nil di Mesir. Namun soal debit airnya, Sungai Amazon adalah yang terbesar! Lebih besar ketimbang Sungai Nil, Sungai Mississippi, maupun Sungai Yangtze.

Basin Sungai Amazon memiliki keragaman hayati yang tinggi dan mencakup area hutan hujan tropis seluas 7 juta km persegi. Lekuk aliran airnya memang memiliki beragam ukuran luas dan sangat lebar. Jarak antara tepian rata-rata 2 – 10 km, bahkan ada yang mencapai 140 km di muaranya. Kedalamnya juga bervariasi mulai dari 12 – 90 meter. Sangkin lebarnya, kapal berdimensi lebar pun bisa menyusuri beberapa bagian sungai tersebut.

Hulu Sungai Amazon berasal dari kawasan pegunungan Andes di Peru. Berawal dari sebuah air sungai kecil yang disebut Apurimac River di ketinggian 5.240 meter di atas permukaan laut. Melompat dalam bentuk air terjun setinggi 240 meter.

Sungai kecil ini mengalir menuju Sungai Ucayali, yang satu percabangannya membesar menjadi Sungai Amazon di kawasan Peru. Titik percabangan sungai ini berada di dekat Iquitos, Peru. Ia terus mengalir dan melebar melintasi perbatasan Colombia masuk ke Brasil. Sampai akhirnya berhilir ke Samudera Atlantik di wilayah utara Pulau Marajo.

Sedikitnya ada 200-an sungai kecil yang menghilir ke Amazon. Termasuk sungaiyang tercantum dalam peta seperti Japura, Jurua, Madeira, Purus, Tapajos, Xingu, and Rio Negro.

Ada banyak jenis ikan yang menghuni Sungai Amazon. Yang paling terkenal adalah ikan buas pelahap daging: piranha, dan satu lagi ikan “raksasa” arapaima endemik Amerika Selatan. Selain itu, area Sungai Amazon juga menjadi rumah nyaman bagi aligator, anaconda, monyet, kakatua, sloth, dan banyak jenis serangga. (berbagai sumber)*

Hutan Hujan Tropis Terbesar Dunia

Orang-orang Indian hutan pedalaman menjadi penguasa hutan Amazon sebelum orang-orang kulit putih dari Eropa masuk ke kawasan itu. Sebuah kawasan hutan hujan yang amat perawan, gelap, dan misterius.

Hutan hujan tropis Amazon adalah satu kawasan hutan yang terluas di dunia. Sangkin luasnya, ia juga dijuluki sebagai “paru-paru dunia”. Areanya meliputi hutan lebat seluas 5,2 juta km persegi, yang menutupi basin Sungai Amazon di Amerika Selatan.

Kira-kira dua pertiga hutan hujan Amazon terhampar di Brasil. Sisanya menutupi kawasan negara Peru, Bolivia, Ekuador, Colombia, dan Venezuela. Curah hujan yang sangat tinggi dan merata menjaga temperatur harian hutan rata-rata 27 derajat celcius.

Sebagian besar hutan Amazon ditumbuhi pepohonan berkayu, yang tersebar dalam berbagai kerapatan yang berbeda. Ketinggian dan jenis rupanya juga beragam, mulai yang tinggi kurus, besar, dan rerimbunan bersemak. Kanopi hutan Amazon rata-rata 20 – 50 meteran.

Jenis ragamnya mulai dari epifit, parasit, anggrek, tumbuhan berbunga, tumbuhan berbuah, aneka lumut, liana, ragam kayu-kayuan. Kanopi yang rapat dan cabang pepohonan yang meliuk rapat menutup hutan dengan sempurna. Sinar mentari nyaris tak bisa menyentuh lantai hutan. Dan sebagian dasar hutan itu terdiri dari lapisan yang termat subur.

Hutan hujan tropis Amazon memiliki varietas tanaman dan ragam hewan serta kehidupan liar yang kaya melebihi semua tempat di belahan dunia mana pun. Sedikitnya 10 ribuan spesies tanaman bisa ditemukan di sana. Dengan kerapatan ragam jenis hampir 300 spesies tumbuhandalam area 1 hektarenya.

Di sampingitu sejumlah besar tanaman bernilai ekonomi juga tumbuh di sana. Seperti produk utama Brasil kacang-kavangan, coklat, nenas, dan karet. Belum lagi 1.500 spesies burung hutan hujan, dan 30 jutaan serangga serta mamalia dunia.

Namun permintaan yang tinggi terhadap hasil hutan dari seluruh dunia, Amazon kini terancam pengerogotan yang serius. Aktivitas penebangan hutan menggila untuk memenuhi produk kayu, peternakan dan pertanian melebar dan membabat luasan hutan perawan.

Setidaknya, akibat aktiviats manusia dan industri, 10 persen tutupan hutan Amazon terpangkas habis. Suku-suku pedalaman pun semakin terpojok, senasib dengan hewan-hewan liarnya. Menanti kepunahan, kematian, dan hilangnya budaya asli Amerika Selatan.
Continue Reading »

Jumat, 15 Juli 2011

Inilah Para Sniper Terbaik di Dunia

Berikut ini adalah sejumlah nama-nama penembak ulung dari masa ke masa yang sangat ditakuti dan bahkan mampu mengubah sebuah sejarah:

1. Pembunuh Mayjend John Sedgwick pada Perang Sipil di AS



Pertempuran paling berdarah di AS ini ternyata melahirkan sebuah sejarah sniper dunia, ketika seorang Jenderal karismatik dari Utara yang bernama John Sedgwick tewas diterkam timah panas oleh seorang pasukan Konfederasi dari jarak yang sangat jauh pada waktu itu yaitu, sekitar 1,000 yards (910 m) dalam sebuah pertempuran yang disebut Battle of Spotsylvania Court House, Pada 9 Mei 1864.

2. Pembunuh Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler Pada Masa Perang Aceh I



Perang Aceh I yang dipimpin oleh Jenderal Kohler sebenarnya cukup sukses dengan berhasil mencaplok Mesjid kebanggaan rakyat Aceh, yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Namun pada tanggal 14 April 1873 ketika sang jenderal sedang menginspeksi di areal mesjid tersebut, tiba-tiba seorang penembak bangsa Aceh dalam posisi merunduk melepaskan tembakan dari jarak 100 meter dan mengenai jantung sang jenderal. Beberapa saat kemudian sang jenderal itu tewas. Peristiwa tersebut tentu mengejutkan para pasukan kompeni ini dan akhirnya sang pahlawan si pembunuh jenderal itu gugur diberondong peluru oleh pasukan kompeni.

3. Simo Häyä



Mungkin inilah sniper yang paling terkenal di dunia karena membukukan rekor kill hit yang paling tinggi, yaitu membunuh lebih dari 500 pasukan Rusia dalam periode Winter War tahun 1939-1940. Julukan bagi si Simo Häyä ini adalah "White Dead" karena tentara Finlandia ini selalu menggunakan baju berwarna putih sebagai kamuflase karena medan pertempurannya di area bersalju. Yang sungguh luar biasa adalah Simo Häyä hanya menggunakan senjata bold action standar tanpa menggunakan teleskop, cukup dengan iron sight atau pisir besi biasa! Bagi Simo, penggunaan teleskop pada area bersalju justru akan merugikan karena akan memantulkan cahaya dan persembunyian si sniper akan mudah diketahui.

4. Lyudmila Pavlichenko



Kalo soal emansipasi wanita, AS harusnya banyak belajar dari seteru abadinya, Rusia. Ketika wanita AS masih berkutat pada hal-hal dapur dan sejenisnya, wanita Rusia sudah punya pahlawan. Lyudmila Pavlichenko adalah salah satu dari sekian tentara merah wanita Rusia yang bertempur pada era perang dunia kedua. Yang membuat dia sangat luar biasa adalah kemampuan menembaknya sangat luar biasa, dimana pada masa itu Lyudmila membukukan kill hit sebanyak 309 jiwa, termasuk 36 sniper musuh! Namun sayang, dia terkena serangan mortar dan harus ditarik dari medan pertempuran.


Pada masa pemulihan luka itu, Lyudmila berkunjung ke negara AS dan Kanada dalam rangka propaganda Uni Soviet. Dia pun bertemu dengan Franklin D. Roosevelt di White House dan menjadi warga Rusia yang pertama kali bertemu presiden AS di White House. Setelah sembuh pun Lyudmila tidak diterjunkan di medan pertempuran lagi, hanya dijadikan instruktur untuk sekolah sniper, hingga perang usai. Ia dianugrahi medali Gold Star of the Hero of the Soviet Union dan wajahnya dijadikan stampel prangko.

5. Vasily Zaytsev



Pernah nonton film yang dibintangi oleh Jude Law yang berjudul 'Enemy At The Gates'? Film ini mengangkat kisah seorang Sniper Top pasukan Uni Soviet yang bernama Vasily Zaytsev. Vasily dianggap sebagai sniper paling berbahaya bukan karena jumlah kill hit (149 kills, 400 yang belum bisa dikonfirmasi), tapi karena duel mautnya dengan sniper top dari Jerman, yaitu Heinz Thorvald. Duel antar sniper ini kerap kali terjadi di Stalingrad, dimana para sniper ini kerap harus berpindah tempat dari puing satu ke puing yang lain dan kadang harus menggali agar tidak diketahui musuh, yang sangat dikenal dengan sebutan perang tikus (War of the Rats).


Kisah kejayaan Vasily yang dipropagandakan Rusia tentu memaksa Jerman mengirimkan sniper terbaiknya, Heinz Thorvald, untuk menghabisi Vasily. Jerman pun membalas propaganda tersebut dengan propaganda serupa, maka tersiarlah kabar bakal ada pertarungan antar dua sniper tangguh. Mereka pun akhirnya bertemu dan bertempur yang akhirnya dimenangkan oleh Vasily.

6. Francis Pegahmagabow



Pegahmagabow adalah salah satu sniper hebat yang dimiliki oleh Kanada. Pada perang dunia 1, Pegahmagabow yang keturunan aborigin ini mencatatkan kill hit sebanyak 378 kills dan dianggap sebagai salah satu sniper yang paling berbahaya pada masa perang dunia 1.

7. Chuck Mawhinney



Pada perang Vietnam, ada dua nama sniper AS yang sangat terkenal, yaitu Carlos Hathcock dan Chuck Mawhinney. Nama Chuck mungkin tidak seterkenal Carlos Hathcock yang mampu membunuh seorang jenderal Vietnam Utara, tapi bila dilihat dari jumlah kill hit yang dikumpulkan, Hathcock harus angkat topi kepada Mawhinney dengan membukukan rekor 103 kills, sedangkan Hathcock hanya membukukan 93 kills. Namun demikian, si Mawhinney tidak ingin terlalu mengekspose hal tersebut dan lebih memilih hidup tenang dan melupakan semua kenangan tentang Vietnam.

8. Carlos Hathcock



Kehebatan dan bakat alamnya sangat mengagumkan. Biasanya bila seorang sniper selalu ditemani oleh satu orang spotter yang bertugas sebagai asisten dan pengukur jarak tembak bagi sniper. Namun Hathcock mampu bekerja sendirian ketika mendapat tugas untuk membunuh seorang jenderal Vietnam Utara sendirian di sarang musuh!
Selain itu, Hathcock mempelopori penggunaan senapan kaliber 0.5 inchi sebagai senjata sniper jarak jauh. Yaitu dengan memodifikasi .50-caliber M2 Browning Machine Gun sebagai senjata sniper dengan menempatkan teleskop di atasnya, dan memecahkan rekor menembak mati seorang vietkong sejauh 2.500 yards ato sekitar 2.275 meter! Dari sinilah muncul pemikiran untuk melahirkan senapan kelas berat (heavy sniper rifle) untuk jarak yang sangat jauh maupun untuk menembak obyek berat seperti ranpur (kendaraan tempur).
Jadi bisa dikatakan nama Hathcock sangat melegenda di antara para sniper dunia.

9. Rob Furlong



Berpuluh-puluh tahun rekor menembak jauh Hathcock tidak tergoyahkan, akhirnya rekor lama ini dipecahkan oleh seorang Sniper dari Kanada, Rob Furlong, ketika dia dan bersama rekannya di medan ganas Afghanistan pada operasi berjuluk Anaconda pada tahun 2000. Tepatnya di lembah Shah-i-Kot, Furlong berhasil merubuhkan seorang pengamat mortir Al-Qaeda dari jarak yang sangat jauh, yaitu 2.430 meter (2.657 yd / 1.509 miles)!






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7177307
Continue Reading »

Minggu, 01 Mei 2011

Sejarah Tanda Baca

type='html'>1. Tanda Tanya


Pada awalnya, dalam bahasa latin, untuk mengindikasikan pertanyaan, orang harus menuliskan kata "Questio" di akhir kalimat untuk menandakan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tanya. Maka untuk menghemat tempat, kata tersebut akhirnya disingkat menjadi qo, yang kemudian dimampatkan lagi menjadi huruf q kecil diatas huruf o, yang akhirnya makin lama makin habis menjadi titik dan garis mirip cacing, persis seperti tanda tanya kita sekarang.

2. Tanda Seru
Seperti tanda tanya, awalnya juga dimulai dengan menumpuk huruf. Tanda ini berasal dari kata dalam bahasa Latin "io" yang berarti "seruan kegembiraan". ketika huruf i ditulis diatas huruf o, lama-lama dipersingkat seperti tanda seru kita sekarang ini.

3. Tanda Sama Dengan

Ditemukan oleh ahli matematika Inggris Robert Recorde pada 1557, dengan pemikiran seperti ini (dalam bahasa Inggris kuno) "I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gmowe [i.e., twin] lines of one length, thus : , bicause noe 2 thynges, can be more equalle." atau terjemahannya: "Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama, karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini." Tanda sama dengan asli temuan Robert setidaknya 5 kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang.

4. Ampersand (tanda "&")
Simbol ini adalah bentuk stilir dari "et" dalam bahasa Latin yang berarti "Dan." Tanda ini ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro, seorang penulis dari abad pertama di Roma. Nama Ampersand baru diberikan setelah 17 abad kemudian. Pada awal 1800-an, murid sekolah belajar simbol ini sebagai huruf ke 27 setelah Z, tapi masih tanpa mana. Jadi di awal 1800-an ini mereka belaar ABC dengan "and per se, and" yang berarti "&" dan kemudian karena saking cepatnya dibaca, akhirnya menjadi "ampersand"

5. Octothorp (tanda #)

Nama aneh untuk tanda penomoran ini datang dari kata "Thorpe", kata dalam bahasa Normandia Kuno untuk desa atau tanah pertanian yang sering ditemui dalam bahasa Inggris untuk nama tempat. AWalnya digunakan untuk pembuatan peta, yang berarti desa yang di kelilingi delapan pertanian. Karena delapan (octa) dan pertanian (thorpe), maka muncul nama ini, Octothorp


6. Tanda Dollar (tanda $)
Pemerintah Amerika baru menerbitkan uang mereka sendiri pada 1794, dan pada waktu itu masih menggunakan mata uang dunia lama - peso - atau Dollar Spanyol. Koin 1 Dollar Amerika pertama persis sekali seperti uang Peso Spanyol, baik berat maupun nilainya, jadi mereka mengambil singkatan yang sama: Ps. Makin lama perkembangannya, huruf P ditulis menimpa S, dan kemudian mulai lingkaran diatas P tadi dibuang, jadi hanya huruf S yang ditimpa dengan garis vertikal.

sumber

Continue Reading »