Tampilkan postingan dengan label Magnet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Magnet. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

' Bukit Magnet Madinah ' Muncul di Purwokerto

type='html'>
Headline

Jabal magnet atau bukit magnet Madinah terkenal akan kuatnya daya tarik magnet yang mampu menarik mobil. Di Purwokerto, bukit ini juga muncul. Benarkah?

Terdapat video YouTube menampilkan sebuah mobil seolah ditarik suatu gaya, mobil itu berada dalam keadaan mati. Kejadian di Baturaden, Purwokerto, ini sekilas mirip bukit magnet yang ada di Madinah.

Warga lokal pun meyakini adanya magnet yang menarik mobil tersebut. Namun, para ahli mengklaim mobil itu bergerak bukan karena daya tarik magnet melainkan mobil tersebut berada pada jalan menurun, bukan tanjakan.

Berbeda, video Madinah, ketika terdapat bis yang sudah dimatikan dan berada pada permukaan datar, bis tertarik dengan sendirinya oleh gaya magnet. Supir tak perlu menyalakan mesin karena mobil bisa berjalan sendiri berkat gaya aneh ini.

Bukit magnet paling banyak muncul di Amerika Serikat (AS), termasuk Alaska, Alabama, California, Florida dan lainnya. Namun, beberapa sumber AS mengklaim, bukit magnet hanyalah ilusi optik, meski sering kali ditemani klaim adanya medan magnet atau bahkan gaya supernatural.

Bagaimana menurut Anda?

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1434282/jabal-magnet-madinah-muncul-di-purwokerto

Continue Reading »

Ilmuwanl : Bukit Magnet Purwokerto Ilusi Optik

type='html'>
Serupa jabal magnet Madinah di Arab, di Purwokerto juga muncul fenomena sama. Namun, ilmuwan mengklaim, fenomena itu hanyalah ilusi optik. Seperti apa?

Menurut fisikawan Brock Weiss dari Penn State University dan didukung pengukuran GPS, efek ini hanyalah ilusi. Ilusi lansekap ini membuat posisi pohon dan lereng di daerah sekitar atau garis cakrawala melengkung.

“Hal ini dapat menipu mata sehingga terlihat menaiki tanjakan padahal menuruni tanjakan,” paparnya. Tak semua bagian gunung mengalami kondisi ini, kondisi langka ini hanya terjadi pada titik tertentu.

“Kuncinya, lereng memiliki bentuk sedemikian rupa hingga memunculkan efek seolah orang berjalan menaiki tanjakan”. Pengukuruan GPS dan ilmuwan lain menunjukkan, elevasi daerah dasar tanjakan sebenarnya lebih tinggi dari elevasi daerah puncak. “Jalannya benar-benar menurun!”.

Dalam kasus jabal magnet dan ratusan gunung sejenis di penjuru dunia, bukan Hukum Gravitasi Newton yang salah melainkan pikiran manusia. Mata dan otak manusia dapat dibohongi degan mudah sehingga hukum fisika dapat berubah.

Namun, yang terjadi hanyalah penyimpangan sudut pandang dan sudut ganjil. Pada daerah semacam ini, daerah cakrawala sepenuhnya atau sebagian besar terhalangi. Akibat tak adanya titik referensi handal dan diperkuat ilusi indera keseimbangan tubuh, mata manusia silit menilai kemiringan permukaan.

Akibat lainnya, benda secara normal dianggap tegak lurus dengan tanah padahal sebenarnya berbaring.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1436852/ilmuwanjabal-magnet-purwokerto-ilusi-optik

Continue Reading »