Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Beginilah Cara Belut Listrik Menghasilkan Aliran Listrik pada Tubuhnya


Kekuasaan Tuhan memang besar adanya, menciptakan sebuah belut yang mempunyai aliran listrik. Berbagai macam mahkluk diciptakan mempunyai kelebihannya masing-masing dari sifat yang wajar dan tak wajar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhOLeuhrhXQI95FaD56U3QAEs_frFxEOkLIaXDoMB4OpaOnbK9IUSt085VpbZ2ZU4Gv81yBRg-eYbTOBBg5pkVey7gHvKX5E2xaeAdDGOyVntrmFNKjiC_yDXrj69gMDtvK6k4lRfber2F/s1600/1.jpg

Beberapa ratus spesies ikan memiliki organ penghasil listrik, namun hanya sedikit yang dapat menghasilkan daya listrik yang kuat. Organ penghasil listrik yang dimiliki oleh kebanyakan ikan tersusun dari sel saraf dan sel otot yang telah mengalami perubahan penting.

Bentuk organ listrik seperti piringan kecil yang memproduksi lendir disebut elektrosit, tersusun dan menyatu di bagian atas dari susunan lain yang sejajar. Pada umumnya, semua piringan menghadap arah yang sama yang memuat 150 atau 200 piringan setiap susunannya.

Misalnya, pada ikan torpedo terdapat 140 sampai 1000 piringan listrik pada setiap kolom. Pada ikan torpedo yang sangat besar, jumlah seluruh piringan sampai setengah juta.

Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik.



Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu menghasilkan daya listrik sampai 220 volt pada ikan torpedo atau sampai 650 volt pada belut listrik.

Pada umumnya semua spesies ikan tawar hanya menghasilkan listrik ringan, kecuali sembilang listrik dan belut listrik. Ikan listrik yang hidup di laut memiliki tenaga listrik yang lebih kuat dan berbahaya, karena air laut mengandung garam yang membuat dirinya lebih tahan terhadap arus listrik. Posisi dan bentuk organ listrik ini bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang menghasilkan sinyal bertegangan rendah 2 hingga 3 volt. Jika ikan-ikan ini tidak menggunakan sinyal listrik lemah semacam ini untuk berburu atau mempertahankan diri, lalu digunakan untuk apa?

Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Tuhan menciptakan sistem indera dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut.

Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya.

Benda apapun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar.

Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia masih kita kembangkan, penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan seperti ini akan menjadi jelas.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAbTT5-3cA5Wb7t6by9K7u8is0qYwgQzYvEeZfkEK0VJfqXj5RK39Jyjw8fO5SqVjWyKkdkv2loelWmTS5XYQJhYNFjXnO3AOdafjO0ubUU57VP5LWjtWW6sGpPW0EFQOIr2mB14rwjDJ5/s1600/1.jpg

Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.

Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt).

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp4fIm-ZDX_etUM5Tixtb8mO0Ie0m1EsPsql7rCW_-oy1N_1K-j1vDHWo1dMaTmWoUGsU6-gXqTHkb-nQxihWX1wiF2Y050VtMw2M3n5atWYfh2wvIsSQPHB-jJlnBgPf3eilUgaFV8v1e/s1600/1.gif

Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu.

Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Namun hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.
Continue Reading »

Sabtu, 16 April 2011

Mahalnya Pajak Mobil Listrik di Indonesia

type='html'>

Memasarkan mobil ramah lingkungan di Indonesia memang berat. Pajak yang harus dibayarkan mobil kecil bertenaga listrik seperti Mitsubishi i-MiEV saja lebih besar dibanding pajak yang harus dibayarkan untuk membeli mobil tangguh macam Pajero Sport atau mobil mewah lainnya.

Mahalnya Pajak Mobil Listrik di Indonesia

Dalam STNK Mitsubishi i-MiEV tercantum total pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik i-MiEV adalah sebesar Rp 80.998.000 yang terdiri dariBea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) sebesar Rp 70.200.000 dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar Rp 10.530.000.

Mahalnya Pajak Mobil Listrik di Indonesia

Pajak yang dibayarkan i-MiEV itu dua kali lipat lebih dari yang harus dibayarkan Pajero Sport. Mobil tangguh ini total hanya membayar Rp 33.618.000 hasil dari pembayaran BBN Rp 29 juta, PKB Rp 4.350.000.

Mahalnya Pajak Mobil Listrik di Indonesia

Mobil listrik i-MiEV sendiri merupakan mobil listrik milik Mitsubishi yang sudah dipasarkan ke berbagai negara maju. Di banyak negara, penjualan mobil ramah lingkungan seperti mobil hybrid dan mobil listrik didukung pemerintah dengan cara memberikan subsidi atau insentif pajak.








sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/04/15/155031/1618373/647/1/mahalnya-pajak-mobil-listrik-di-indonesia
Continue Reading »